Disiplin Prokes & Masker di Kota Tasik Masih Rendah

45
0
Drs H Ivan Dicksan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya
Loading...

INDIHIANG – Merespons hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas kepatuhan pelaksanaan upaya preventif pencegahan Covid-19 yang masuk dalam tiga terendah. Pemkot Tasikmalaya akan memasifkan kembali sosialisasi dan edukasi berkenaan protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs H Ivan Dicksan mengatakan sesuai instruksi Plt Wali Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf seluruh SKPD terkait dengan Satgas Covid-19 akan turun mengoptimalkan fungsi masing-masing untuk mengedukasi pentingnya 3M. Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Menjaga Jarak.

“Pak Plt sudah menginstruksikan mulai dari SKPD, camat, lurah, RT/RW termasuk posyandu. Supaya terjun ingatkan warga soal protokol kesehatan. Itu harus dipatuhi dan dilaksanakan penuh kesadaran, insya allah kita bisa sama-sama turunkan corona dengan drastis,” ujarnya saat ditemui usai peresmian laboratorium, Selasa (19/1).

Menurutnya, tritmen pemerintah dalam mentracing, menangani pasien, menyiapkan isolasi cadangan dan lain sebagainya terus dioptimalkan. Di sisi lain, protokol kesehatan di tengah masyarakat masih terbilang mengecewakan, menempatkan Kota Resik diurutan kedua terendah kesadaran menggunakan masker dan menjaga jarak.

Baca juga : Pembebasan Lahan Tol Bataci Trase Kota Tasik, Begini Kata BPN..

loading...

“Penjemputan pasien siap, lab siap, komprehensif dari sisi penanggulangan. Tinggal aspek promotif dan preventif hasil evaluasi provinsi masih rangking terbawah. Maka satgas kita gencarkan kembali edukasi penyuluhan dan operasi penegakan disiplin terkait protokol kesehatan,” kata Ivan memaparkan.

Meski, lanjut dia, secara zonasi Kota Tasikmalaya saat ini masuk dalam risiko sedang atau zona orange.

Masyarakat diimbau tidak abai terapkan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini masih masuk dalam pekan kedua pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Proporsional atau penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Pak Plt mengimbau masyarakat untuk melaksanakan 3M baik dalam bepergian, kalau dibutuhkan di rumah pun gunakan masker karena rentan penyebaran saat ini, juga terjadi di keluarga,” tuturnya.

Pihaknya memohon masyarakat untuk patuh dan memaklumi kebijakan tersebut. Sebab, hal itu merupakan upaya preventif dan paling sederhana yang bisa dilaksanakan masyarakat, dalam mencegah risiko paparan corona.

“Sehingga tidak ada lagi penyebaran virus yang masif, dan ditangani dengan kesadaran kolektif bersama-sama,” harapnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 yang diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, per 15 januari 2021 terdapat tiga daerah yang tidak patuh dalam menjaga jarak. Diantaranya Kota Depok, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Selain itu, tiga daerah dengan kepatuhan memakai masker terendah antara lain, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.