Diskualifikasi Atlet Berjilbab Karena Kelalaian Pemerintah

6
Miftahul Jannah

PARA GAMES – Sejumlah pihak masih menyayangkan kejadian diskualifikasi yang dialami atlet Indonesia, Miftahul Jannah karena menolak melepas hijab saat pertandingan cabang olahraga blind judo Asian Para Games 2018.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Sutan Adil Hendra menyebutkan, diskualifikasi itu bisa dihindari jika Indonesia bisa tegas saat rapat teknis penyusunan buku panduan pertandingan.

“Masalah ini harusnya tidak terjadi jika sejak setahun lalu rapatnya, pemerintah bisa melakukan keberatan pada panitia, karena semua ada tertera dalam official technical handbook,” kata Sutan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/10).

BACA JUGA : Gara-gara Berjilbab, Atlet Blind Judo Didiskualifikasi

Sutan pun mempertanyakan siapa yang mewakili Indonesia dalam rapat itu. Dia menduga wakil Indonesia tidak tahu apa-apa sehingga berakibat pada gugurnya atlet Indonesia di pertandingan.

“Apakah dia paham dengan aturan? Karena atas kelalaiannya atlet kita dirugikan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sutan, jika pelarangan memakai hijab dalam pertandingan blond judo itu merupakan aturan internasional. Seharusnya, Indonesia bisa mengantisipasi sejak pelaksana pelatnas.

“Informasi tidak boleh mengenakan hijab ini harusnya sudah jauh hari disosialisasikan sebelum pelatnas dimulai, jadi bisa diantisipasi oleh tim Indonesia,” tukas politisi Gerindra itu. [rus/rmol]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.