Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.4%

7.3%

70.2%

Diskusi Sengketa Lahan, Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi

139
0

TAROGONG KIDUL – Video dan foto kepala SMK Negeri 1 Garut membawa senjata api saat diskusi terkait sengketa lahan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut viral di media sosial.

Dalam video itu, terlihat Kepala SMK Negeri 1 Garut Dadang Johar Arifin mengantongi senjata api (senpi) di saku celananya. Meski begitu, senpi tersebut tidak dikeluarkan.

Baca juga : Tim Covid-19 Garut Tracking & Tracing Kecamatan Sukaresmi

Pengurus Kadin Garut Galih Qurbany membenarkan bahwa kepala SMKN 1 Garut membawa senpi saat diskusi terkait soal penggunaan lahan Toserba Patriot di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Kejadiannnya, Jumat (5/6). Banyak yang melihat bahwa pak Dadang bawa senpi,” terangnya kepada wartawan Selasa (10/6).

Saat terjadi perbincangan, pihaknya terkejut karena melihat Dadang membawa senjata api. Dadang menyimpan senjata di saku celananya.

“Sebagai kepala sekolah kenapa membawa senjata api, itu yang jadi aneh. Kenapa bawa senjata api yang bisa memicu tindakan anarkis,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya tidak ada sengketa gedung milik pemerintah itu. Karena Pemkab Garut sudah meminjamkan untuk dijadikan Sekretariat Kadin Garut.

Sehingga pihaknya tidak melakukan penyerobotan aset. “Memang gedung tersebut dikelola SMKN 1 Garut.

Tetapi sekarang Pemda Garut sudah menyerahkan kepada Kadin. Kami sudah mengantongi izin penggunaan bangunan dari pemkab,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin membenarkan saat bertemu dengan pengurus Kadin Garut membawa senjata api di saku celananya.

“Takut terjadi apa-apa, saya bawa senjata dan disimpan di celana. Waktu itu saya pakai celana pendek karena sedang olahraga,” ucap Dadang di SMKN 1 Garut Selasa (9/6).

Senjata tersebut dibawa karena dirinya khawatir terjadi keributan. Apalagi saat pertemuan pada Jumat (5/6), kata dia, banyak yang memprovokasi.

Sedangkan ia hanya datang dengan stafnya yang tak lebih dari 10 orang. “Senjata yang dibawa ini, murni untuk membela diri. Saya juga tidak keluarkan senjatanya. Cuma disimpan di saku celana,” ujarnya.

Dadang menyebut senjata api yang dimilikinya merupakan barang legal. Ia juga memiliki surat-surat bukti kepemilikan senjata.

“Pelurunya juga belum keluar satu pun. Kemarin malam saya juga sudah klarifikasi ke polisi soal kepemilikan senjata,” ucapnya.

Baca juga : Positif Corona di Garut Nambah 3 dari Selaawi

Terkait gedung di Simpang Lima yang dipermasalahkan, menurut Dadang, itu merupakan aset dari Pemprov Jawa Barat.

Kata dia, gedung yang jadi Toserba Patriot itu, bukan tidak digunakan. Melainkan dalam tahap renovasi. “Karena adanya pandemi corona, jadi aktivitas di Toserba dihentikan sementara,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.