Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

Disnaker Terjunkan Tim Pengawas, Untuk Periksa Persoalan Antara Perusahaan dengan Pekerja

80
0
MENGECEK. Personalia PT APL Somantri membuka aturan kerja bagi karyawan Jumat (9/8). cecep herdi / radar tasikmalaya
MENGECEK. Personalia PT APL Somantri membuka aturan kerja bagi karyawan Jumat (9/8). cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Barat Wilayah Priangan Timur Dwi Astuti menurunkan lima orang untuk melakukan pemeriksaan pada PT Albasi Priangan Lestari (APL), PT Sinar Baru dan Serikat Pekerja Sinar Baru Banjar (SPSBB). Saat ini pihaknya masih menunggu dokumen pelengkap dari semua pihak.

“Iya benar sudah kami periksa pekan lalu, hasilnya nanti rahasia, hanya pihak-pihak terkait yang akan mendapat hasil. Saat ini pemeriksaan sudah dilakukan, tapi ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi dulu,” katanya.

Kata dia, pemeriksaan berdasar Permenaker Nomor 33 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan. Pemeriksaan dilakukan setelah ada laporan dari pihak pekerja.

“Pengawasan ada tiga tahap, yakni pembinaan, pemeriksaan, penindakan. Saat ini kami sudah melakukan di tahap pemeriksaan,” ujarnya.

Ketua SPSBB Irwan Herwanto mengaku telah dimintai keterangan oleh pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Wilayah Priangan Timur.

“Terkait tindak lanjut dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawasan ketenagakerjaan, kami sebagai perwakilan dari pekerja telah memberikan keterangan dan menyerahkan berkas-berkas sebagai alat bukti. Kemudian setelah ini kami akan menunggu hasil nota pemeriksaan yang akan dikeluarkan tujuh hari ke depan,” kata Irwan Kamis (8/8).

Ia berharap pemeriksaan itu akan membuahkan hasil dan hak-hak buruh di PT APL terpenuhi. “Kita menekan pihak Dinas Tenaga Kerja dan pengawasan ketenagakerjaan agar lebih tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan,” harapnya.

Terpisah, personalia PT APL Somantri mengaku sudah didatangi Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat Wilayah Priangan Timur terkait laporan yang disampaikan para buruh.

Soal pemeriksaan itu, pihaknya terbuka dan akan menerima apapun hasilnya. “Kita akan pelajari nanti apa yang menjadi hasil dari pemeriksaan itu,” kata dia.

Sementara itu, terkait tuntutan buruh hingga kini belum ada solusi. “Kami tidak menutup diri, persoalan yang menjadi tuntutan memang belum ada titik temu. Misalnya, dari uang makan yang dianggap kecil, itu belum bisa dinaikkan karena memang kondisi keuangan perusahaan belum normal serta belum ada ajuan juga dari para buruh agar menaikkan besaran uang makan yang saat ini berkisar Rp 3.500 per orang per hari,” kata dia di kantor manajemen PT APL Jumat (9/8).

Persoalan lainnya yang menjadi tuntutan buruh, terutama kaum wanita adalah hak cuti hamil. Kata Somantri, buruh menuntut pembayaran cuti hamil dibayarkan 100 persen dari gaji pokok dan lain. Pihaknya mengaku saat ini masih membayar sebesar 30 persen.

“Hak cuti itu 100 persen berlaku seluruh pekerja, yang jadi permasalahan itu besaran untuk cuti melahirkan, mereka di kesepakatan kerja bersama (KKB) dengan Sinar Baru kan sudah diisi itu uang cuti hamil dibayar 30 persen dari besaran upah. Itu atas kesepakatan mereka dengan PT Sinar Baru,” ujarnya.
Di-Skors karena Mangkir.

Sementara soal pemutusan hubungan kerja, Irwan mengaku belum ada kejelasan hingga saat ini. Ia menduga apa yang dilakukan perusahaan terhadapnya merupakan tindakan untuk menyingkirkan dirinya karena dianggap terlalu vokal dalam memperjuangan hak-hak buruh.

“Perihal pemutusan hubungan kerja terhadap saya ketua SPSBB, hingga saat ini masih belum ada kejelasan kembali dan kita akan lanjutkan prosesnya meski hingga Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial dengan tuntutan agar dipekerjakan kembali,” katanya.

Menanggapi itu, personalia PT APL Somantri mengatakan bahwa perusahaan telah mengeluarkan surat peringatan ketigakalinya kepada Irwan karena dianggap mangkir kerja.

“Itu bukan pemutusan kerja. Sebenarnya hanya skorsing selama satu minggu mulai dari 1 sampai 7 Agustus, tapi yang bersangkutan (Irwan) tidak terima di-skors, akhirnya saya sarankan untuk mencari pekerjaan di tempat lain,” kata Somantri. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.