Dispar Kehilangan Ikon Wisata Ciamis

TAK BEROPERASI. Sejumlah awak media meninjau kondisi Mega Wisata Icakan Ciamis di Kecamatan Baregbeg setelah ditutup resmi oleh pengelolanya.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIAMIS – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Ciamis prihatin dengan tutupnya Mega Wisata Icakan Ciamis. Pasalnya, tempat wisata di Kecamatan Baregbeg itu sudah menjadi ikon wisata di daerah berjuluk Kota Galendo tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dispar Kabupaten Ciamis Budi Kurnia SAg MM menerangkan sementara ini belum menerima surat resmi penutupan Icakan.

Namun, bila memang objek wisata itu tidak akan beroperasi lagi, pihaknya sangat prihatin. Pasalnya, mega wisata itu sudah menjadi ikon wisata Ciamis.

“Lumayan besar dan sudah semakin dikenal masyarakat luas,” terang dia kepada Radar, Rabu (11/7).

Selama ini, terang dia, pendapatan dari Icakan tidak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata. Tetapi, langsung ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dalam bentuk retribusi atau porporasi tiket.

“(Penutupan Icakan, Red.) Secara pemasukan kepada pemerintah keseluruhan pasti ada penurunan. Itu dari sektor secara umum. Tapi kalau dari PAD sektor pariwisata tidak. Karena banyak yang dikelola oleh kita,” ucap Budi.

Di Ciamis, terang dia, selain Icakan masih ada dua objek wisata lagi yang cukup potensial. Yakni di daerah Kecamatan Panjalu. Sementara ini pengelola objek wisata tersebut belum berkoordinasi dengan pemerintah.

Baik soal perizinan, porporasi tiket, maupun lainnya. Namun, wisata tersebut sudah beroperasi.

“Dari pantauan kita cukup ramai. Tapi itu belum koordinasi dari aspek perizinan maupun dari aspek lainnya,” jelas Budi.

Pihaknya membuka kerja sama seluas-luasnya bagi investor mana pun yang ingin membuka objek wisata di Ciamis. Namun, diharapkan para pengusaha mengikuti prosedural yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Di semua SKPD, layanan publik itu sekarang sudah jauh lebih baik. Jadi tidak ada istilah misalkan mempersulit. Apalagi menahan selama seluruh aspek yang men­jadi prasyarat ya­itu surat izin pari­wisata, ya itu pas­ti diproses,” papar dia.

Budi menyata­kan untuk meng­urus rekomendasi pariwisata ke instansinya bisa selesai dalam waktu tiga hari. Asalkan, semua persyaratannya lengkap.

“Insyaallah tiga hari keluar gitu dan tanpa biaya tanpa pungutan apapun,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri, terang dia, punya objek wisata potensial yang terus dikembangkan. Yakni Situs Karangkamulyan di Kecamatan Cijeungjing dan Astana Gede di Kecamatan Kawali.

Animo pengunjungnya sudah lumayan bagus. Jika sektor pariwisata tumbuh maka akan membuka lapangan pekerjaan. Angka kemiskinan pun akan berkurang.

“Jadi ini perlu dukungan semua pihak steakholders dan legislatif dan masyarakat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Mega Wisata Icakan Ciamis di Kecamatan Baregbeg ditutup. Penutupan salah satu tempat liburan favorit keluarga ini diumumkan secara resmi melalui akun Facebook-nya.

“Terhitung tanggal 8 Juli 2018, Mega Wisata Icakan Ciamis resmi ditutup untuk umum. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada pengunjung yang sudah datang ke icakan. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan yang berkaitan dengan wisata icakan. Terima kasih. (Owner Mega Wisata Icakan / FB Icakan Ciamis).” Begitulah tulisan yang tercantum dalam akun Mega Wisata Icakan Ciamis.

Pengumuman tersebut menjadi trending topic para pengguna Facebook. Bahkan, hingga Selasa (10/7) sekitar pukul 21.00, informasi itu sudah dibagikan sebanyak 592 kali.

Kemarin (10/7), Radar pun memastikan kondisi riil Mega Wisata Icakan Ciamis. Ternyata wisata yang ada di Dusun Cikacang Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg ini memang sudah tutup. Tak ada pengunjung.

Perwakilan koordinator keamanan Icakan Diding Suhadi membenarkan bahwa sejak 8 Juli, Icakan resmi ditutup. Alasannya karena pengunjung tidak banyak seperti dulu. Sehingga pemasukan tak sebanding dengan pengeluaran.

Selain itu, terang dia, sekitar dua tahun lalu, owner Icakan membuat aturan yang ketat. Di mana di kolam renang wahana air, laki-laki dan perempuan tidak boleh bersama. Harus terpisah. Aturan ini memengaruhi jumlah kunjungan. Dari tahun ke tahun jumlah wisatawan menurun. (isr)

loading...