Disporabudpar Usulkan Dadaha Kota Tasik Jadi Ruang Terbuka Publik

74
0
PEMBENAHAN. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya berencana menutup sebagian jalur Dadaha untuk dijadikan ruang terbuka publik, Senin (23/11).
Loading...

CIHIDEUNG – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya berinisiatif untuk menutup sebagian jalur lalu lintas Dadaha. Hal ini, ditujukan untuk memberikan ruang terbuka publik.

Inisiatif ini berawal dari penataan kawasan trotoar di Komplek Pusat Olahraga itu, kawasan itu dipercaya punya daya tarik bagi warga berkunjung ke Dadaha.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Hadian menginginkan jalur tersebut bisa ruang terbuka publik. Dimana warga bisa beraktivitas dan bermain di sana.

“Bisa foto-foto, bisa jalan-jalan di sana,” ujarnya kepada Radar, Senin (23/11).

Disinggung Dadaha punya kawasan pertamanan, namun menurutnya trotoar yang sudah dibenahi tampak lebih memiliki daya tarik.

Loading...

“Tapi kita juga akan benahi taman juga,” tuturnya.
Terlebih, Kota Tasikmalaya sedang berupaya menjadi Kota Ramah Anak. Hal tersebut menurutnya akan sangat mendukung program tersebut.

“Jadi bisa menjadi arena bermain anak juga di situ,” imbuhnya.
Keinginan ini pun sudah dikomunikasikan dengan beberapa instansi terkait. Pihaknya berharap keinginan itu bisa terealisasi untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat.

Baca juga : Harian Pagi Radar Tasikmalaya, Media Cetak Terbaik se-Jabar 2020

“Tapi memang perlu dikaji dulu, makanya kami juga sudah komunikasi dengan Dishub dan instansi lainnya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha, Dadi Sopardi menyambut baik keinginan kepala dinas tersebut. Menurutnya, hal itu tentunya untuk membuat kawasan Dadaha lebih baik. “Ya tentu apa yang menjadi keinginan pimpinan kita dukung,” tuturnya.

Akan tetapi, pihaknya lebih menyoroti kawasan trotoar yang sudah dibenahi agar tidak ditempati PKL. Pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Satpol PP untuk pengawasan dan penataannya. “Sayang kalau sudah dibenahi malah dijadikan lapak PKL,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Dadi, pihaknya tidak punya kewenangan untuk menindak PKL di kawasan Dadaha. Selain itu, dia pun memahami pedagang perlu mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. “Makanya kita juga teknisnya menata, bukan mengusir atau gimana,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.