Distan Ciamis Siapkan Gerakan Massal Basmi Hama Tikus

45
0
Dedi Bahrudin Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis
Loading...

CIAMIS – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Ciamis bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Balai Penyuluh Pertanian (BPP), kelompok dan para petani secara bertahap menangani hama tikus di Kecamatan Cihaurbeuti.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Dedi Bahrudin menjelaskan untuk menangani hama tikus, pihaknya bersama para petani pada minggu besok akan melakukan gerakan massal. Mereka akan melakukan pengasapan di lubang tikus dan memasang perangkap racun tikus.

“Upaya itu kami lakukan supaya menekan hama tikus tidak merusak tanaman padi para petani,” ujar Dedi ditemui Radar di kantornya, Jumat siang (15/1).

Dia mengimbau kepada para petani lainnya di Kabupaten Ciamis untuk melakukan pengamatan di lahan pertanian. Bila menemukan persoalan-persoalan, seperti hama tikus atau kendala lainnya soal pertanian, agar selalu berkoordinasi dengan PPL dan BPP, karena saat ini cuaca ekstrem ini.

Baca juga : Lagi, Atap Bangunan SD Pakai Baja Ringan di Ciamis Ambruk

loading...

Jadi dimungkinkan banyak hama tanaman yang mengganggu tanaman pertanian, seperti padi.

“Jadi dimungkinkan adanya serangan hama dan penyakit tanaman , baik tikus dan yang lainnya,” ujarnya memaparkan.
Dedi pun menganjurkan kepada para petani untuk menanam padi jajar legowo (Jarwo). Itu untuk memudahkan pemeliharaan dan meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Menanam pola Jarwo, padi berjarak 3 atau 4 cm, karena kalau melakukan pola tersebut manfaatnya banyak bagi para petani.

Diantaranya akan mendapatkan penyinaran mata hari akan secara sempurna, mengatur tanaman padi akan mudah baik saat pemupukan ataupun saat menyingkirkan rumput liar di sekitar tanaman padi. Pengendalian hama penyakit juga mudah karena ada jarak atau lorong yang baik.

“Kami imbau kepada petani untuk terus melakukan pola Jarwo, kalau dengan pola seperti itu hasil tanaman padinya akan lebih baik,” ujarnya.

Bila tidak memakai pola Jarwo, kata Dedi, sebaliknya padi tumbuhnya kurang baik, hasil produksi kurang maksimal atau rentan juga kena hama atau penyakit, karena tanaman terlalu rimbun.

“Biasanya hama seperti tikus senangnya di lokasi-lokasi yang sangat rimbun. Saya imbau pola Jarwo harus diterapkan,” kata Dedi mengimbau.

Petani di Dusun Cikole Kulon Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti, sebelumnya, mengaku merugi karena tanaman padi mereka diserang hama tikus.

Soleh (30), seorang petani mengaku mempunyai sawah sekitar 100 bata namun selama tiga musim, hasil panennya tidak memuaskan, karena tanaman padinya diserang tikus.

Bahkan, tanaman padinya nyaris habis. Sawahnya gundul. Padahal modalnya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 2 jutaan. Mulai menggarap sampai pemupukan, namun selalu saja rugi karena habis dimakan tikus.

“Kalau normal saya bisa sampai dapat 7 kuintal, namun sekarang kena hama padi satu kintal juga mungkin tidak, karena habis tanamannya dimakan tikus,” ujar Soleh di sawahnya, Rabu (13/1).

Memang, kata Soleh, dia mendapatkan bantuan racun tikus dari Dinas Pertanian melalui kelompoknya, namun kurang begitu maksimal karena kurang banyak. Dia berharap adanya bantuan maksimal dari pemerintah menangani hama tikus tersebut, sehingga bisa tertangani dengan baik.

“Harapan juga adanya bantuan secara stimulan buat para petani yang kena hama tikus ini, karena selama tiga sampai dua kali panen ini terus merugi, ditambah lagi pandemi corona tambah sulit uang dan penghasilan minim,” ujarnya.

Bendahara Kelompok Tani Mekar 4 Dusun Cikole Kulon Ede Abdulrohman menjelaskan, luas sawah yang di bawah binaan kelompok tani 36 hektare.

Namun selama tiga kali panen terakhir selalu hasilnya tidak memuaskan, karena hampir semua petani mengeluhkan tanaman padi mereka diserang hama tikus, sehingga bukan hanya buahnya saja merusak, namun mulai batang buah semuanya habis dimakan seperti bekas dipotong saja. Jadi padi gundul sebagian.

“Sawah saya juga sebanyak 450 bata diserang hama tikus sampai-sampai banyak yang gundul. Jelas rugi. Sekarang dialami semua petani dan cukup parah,” ujarnya menjelaskan. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.