Ditagih Utang, Pengusaha ATK di Cimuncang Kota Tasik Bunuh Diri

919
0
radartasikmalaya
Tim Inafis Reskrim Polresta Tasik melihat rekaman CCTV aksi bunuh diri di toko ATK Cimuncang, Selasa (29/12) malam. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Diduga karena terlilit persoalan utang, seorang pria inisial Y (35), pengusaha Alat Tulis Kantor (ATK) di Cimuncang Kecamatan Bungursari Kota Tasik, Selasa (29/12) siang, nekat melakukan aksi bunuh diri.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, aksi itu dilakukan di tempat usahanya, ketika dia didatangi bosnya saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Istri korban, S (23), mengaku kaget saat mengetahui aksi suaminya tersebut setelah diberitahukan kakaknya, bahwa korban melakukan aksi bunuh diri.

“Ya katanya ada masalah utang piutang sama bosnya. Si Aa (korban, Red) ngeluh itu, saya awalnya ga tahu dan baru tahu kemarin (soal utang) dari bosnya,” katanya kepada wartawan, Selasa malam.

Terang dia, kejadian ini berawal bosnya mendatangi tempat usaha suaminya yang juga ruko. Saat siang itu, bosnya menemui korban untuk menagih utang.

Loading...

“Tadi bosnya sempat ke sini, mau ngambil mesin fotokopi. Si Aa sempat marah dan saya ingatkan sabar istigfar. Saya ga tahu, Aa megang pisau. Kalau tahu megang mah saya ambil pisaunya,” terangnya.

Kemudian, cerita dia, dirinya sempat masuk kamar untuk memberi ASI anaknya dan suaminya sempat masuk kamar berbicara soal utang.

“Si Aa nyamperin ke kamar dan kedepan lagi. Eh tahu-tahu si Aa menusuk perutnya sendiri. Lalu ketahun kakak saya. Itu tolongin si Aa, nusuk perutnya sendiri,” bebernya.

Dia pun sempat mengira aksi suami menusuk perutnya sendiri di depan bosnya adalah bohongan.

“Sempat saya kirian bohong, karena tak keliatan darahnya. Lalu dibawa ke rumah sakit si Aa teh sama bosnya. Katanya si Aa mah nusuk sendiri,” tambahnya.

Ketua RW setempat, Jajang mengaku kaget dengan aksi tetangganya itu. “Saya dapat info dari RT katanya Pak Yunus meninggal,” tuturnya.

Kemudian, jelas dia, dirinya mengkonfirmasi kejadian itu ke istri korban. Katanya, korban meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis.

“Saya kroscek, katanya ada pembicaraan sama bosnya seperti apa persinya tak tahu. Detilnya saya tahunya korban sudah di rumah sakit. Kata istrinya, korban meninggal dunia pas di rumah sakit,” jelasnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani pihak Polsek Indihiang dan Satreskrim Polresta Tasikmalaya.

Unit Identifikasi, Selasa malam sempat mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.