Ditahan Kejaksaan, Kadispora Garut Segera Diganti

123
0
PAPARKAN. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat diwawancara di Kantor BPN Garut Jalan Suherman Garut, Jumat (10/7). Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan memastikan, jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut akan segera diganti.

Hal itu setelah adanya penahanan terhadap Kadispora Garut Kuswendi terkait kasus korupsi sarana olahraga (SOR) Ciateul.

Baca juga : Ibu & Anak Warga Karangpawitan Garut Tinggal di Gubuk Tanpa Dinding, tak Punya Rumah Tetap

“Pak Sekda lagi ngurus (pergantian jabatan Kadispora, Red). Kita ganti karena Pak Kuswendi berhalangan tetap,” ujar Rudy kepada wartawan saat ditemui di Kantor BPN Garut, Jalan Suherman, Jumat (10/7).

Menurut dia, meski bakal dicopot dari jabatannya, tetapi Kuswendi masih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemda Garut dan hanya dipindah jabatan.

”Pak Kuswendi mungkin dipindahkan dulu ke jabatan lain karena dia masih PNS kita (Pemda Garut),” ucapnya.

Mengenai proses hukum terhadap Kadispora ini, kata dia, merupakan proses hukum lama yang sudah ditangani oleh Polres Garut. Tetapi baru dilimpahkan ke kejaksaan baru-baru ini dan langsung ditahan.

“Itu kan proses hukum sudah lama, sebelum Pak Kejari dan Pak Kapolres ini,” katanya.

Terkait adanya pelanggaran dalam pembangunan SOR Ciateul, Rudy menyebut harus dibuktikan di pengadilan. Selain itu, harus dilihat pula konstruksi hukum dalam perkara tersebut.

“Nanti lihat saja di persidangan soal pelanggarannya,” ujarnya.

Rudy mengakui jika kerugian negara dalam pembangunan proyek itu belum dikembalikan. Dalam LHP BPK, ada kerugian sebesar Rp 700 juta dalam proyek yang berada di kawasan Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Di LHP BPK itu ada kerugian negara yang dikembalikan. Ada juga yang belum dikembalikan sama rekanan. Semuanya kewajiban rekanan,” terangnya.

Pernyataan Rudy itu ber­tentangan dengan ucapannya pada 2019. Saat itu Rudy menyebut sudah mengembalikan kerugian negara.

Baca juga : Warga Garut Maling HP di Indihiang Tasik, Diringkus Setelah Saling Pukul Pake Helm

“Kerugian negara itu sudah kami kembalikan. Totalnya Rp 700 juta, bukan Rp 5 miliar. Pengembalian itu terdiri dari dua item,” kata Rudy saat diwawancara pada 18 Agustus 2019.

Dua item yang disebut Rudy berdasar LHP BPK harus dikembalikan yakni fisik item pekerjaan yang terlaksana pada pembangunan SOR Ciateul senilai Rp 491 juta. Item kedua yakni pekerjaan struktur beton tidak sesuai spesifikasi minimal sebesar Rp 435 juta. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.