Ditangkap Saat Transaksi Narkoba

217
0
DIAMANKAN. Polres Ciamis mengamankan dua tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis shabu-shabu dan ganja. Dua tersangka ditunjukkan kepada wartawan Jumat (6/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ciamis berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis shabu-shabu dan ganja.

Jumat (6/12) sekitar pukul 10.00, Polres Ciamis mengekspose pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba. Mereka menunjukkan keberhasilan penangkapan BP (42), penyalahguna sabu-sabu asal Kota Bandung dan P (31), penyalahguna ganja asal Kabupaten Pangandaran. Sedangkan dua pengedar shabu-shabu JT dan pengedar ganja BR sampai kemarin masih buron. Mereka ditetapkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK menjelaskan bahwa Satuan Narkoba Polres Ciamis sejak 21-29 November telah mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Kasus pertama, penyalahgunaan shabu-shabu oleh BP (42). Dia yang sebelumnya sudah diintai, ditangkap polisi saat bertransaksi di Alun-Alun Ciamis malam hari. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman.

Dari BP, polisi menyita satu bungkus plastik klip transparan yang berisikan serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Barang tersebut dibungkus tisu dan dililit lakban hitam di dalam amplop warna cokelat. Narkoba itu disimpan di dalam satu bungkus bekas rokok.

“Pelaku telah kita tetapkan tersangka, namun satu tersangka yang diduga pemasoknya inisial JT masih dalam pengejaran,” jelas


Bismo. Para pengedar narkoba, kata Kapolres, menyasar kalangan pemuda di Ciamis.

Akibat perbuatannya, BP ditetapkan menjadi tersangka. Dia diduga melanggar pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun sapai dengan 12 tahun denda minimal Rp 800 juta maksimal Rp 8 miliar. “Kasus peredaran shabu ini masih kita dalami,” ujar Kapolres.

Untuk kasus kedua yaitu tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja kering. Modus operandi, tersangka memiliki, menyimpan, menguasai dan menggunakan narkotika jenis daun ganja kering.

Polisi menetapkan P (31) asal Kalipucang Kabupaten Pangandaran sebagai tersangka. Dia ditangkap di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran berikut barang bukti sisa pakai narkotika jenis daun ganja kering. Narkotika itu dibungkus kertas nasi warna cokelat yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok.

“Untuk saat ini kita juga buru temanya yakni BR yang masih DPO,” paparnya.

Tersangka P disangka melanggar pasal 111 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun sampai dengan 12 tahun denda minimal Rp 800 juta sampai Rp 8 miliar.

“Jadi jangan coba-coba bermain di barang haram hukumannya jelas berat, alangkah baiknya kita melakukan upaya kegiatan yang baik-baik di masyarakat dan berbisnis yang legal dan halal,” ujar perwira menengah ini. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.