Ditemukan Bahan Makanan Mengandung Boraks di Pasar Tradisional Kota Banjar

81
0
MENJELASKAN. Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Mamat Rahmat ditemui di ruangannya. Cecep herdi / radar tasikmalaya
MENJELASKAN. Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar Mamat Rahmat ditemui di ruangannya. Cecep herdi / radar tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan (KUKMP) dan Industri Kota Banjar Mamat Rahmat mengatakan BPOM atau Loka POM Tasikmalaya menemukan bahan makanan di pasar tradisional Kota Banjar mengandung boraks. Bahan itu dijual salah satu pedagang di pasar sayuran.

“Saat BPOM melakukan sidak makanan ke Pasar tradisional ditemukan bahan makanan yang diduga mengandung boraks. Bahan makanan itu untuk campuran jajanan pasar, seperti seperti lontong beras,” kata Mamat Jumat (20/12).

Ia mengatakan temuan Loka POM Tasikmalayatidak banyak. Itu pun pedagang yang menjual bahan tersebut tidak mengetahui jika barang yang dijajakannya mengandung bahan pengawet yang berbahaya jika dikonsumsi manusia.

“Yang jualannya malah nggak tahu kalau itu ada boraksnya. Tahunya kan itu biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak lontong,” katanya.

Ia menjelaskan makanan yang dicampur boraks biasanya teksturnya lebih kenyal dan tidak dihinggapi lalat.

“Kita mengimbau masyarakat dan para pedagang untuk tidak menggunakan campuran makanan berbahaya untuk makanan yang dijual maupun yang dikonsumsi di rumah,” ujarnya.

BPOM pun langsung menarik makanan itu. “Kami dari dinas masuk di Tim Satgas Pangan, kita terus memonitor barang edar yang diperjualbelikan di pasar, baik di pasar tradisional maupun modern,” katanya.

Loading...

Pihaknya pun telah melakukan sidak ke pasar tradisional dan toko modern. Hasilnya tidak ditemukan bahan makanan yang berbahaya untuk konsumen. “Kita lebih kepada perlindungan konsumen,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.