Ditemukan Ikan Asin Mengandung Kimia, Tim Gabungan Sidak Makanan di Pasar Ciamis

90
0
PEMERIKSAAN. Tim gabungan melakukan pemeriksaan sampel makanan yang diambil dari Pasar Manis Ciamis Rabu (11/12). Makanan-makanan tersebut diperiksa di laboratorium mobile milik BPOM. Hasilnya ditemukan ikan asin teri mengandung zat kimia. Foto bawah, Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK saat meninjau pemeriksaan makanan di laboratorium mobil keliling.

CIAMIS – Tim gabungan dari kepolisian, TNI, Dinkes, Disperindag, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Metrologi, Bulog dan POM, melakukan razia makanan menjelang Natal dan Tahun Baru. Mereka memeriksa makanan di Pasar Ciamis Rabu (11/12) pagi. Hasil ditemukan ikan asin teri mengandung zat kimia.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH MH SIK, mewakili tim gabungan, menjelaskan sidak ke Pasar Manis Ciamis untuk mengecek harga dan ketersediaan barang menjelang natal dan tahun baru. Tim gabungan juga melakukan pemeriksaan makanan untuk melindungi konsumen dari makanan berbahaya.

Hasil monitoring di Pasar Manis itu, kata dia, persediaan barang masih aman, termasuk harga masih stabil. Tidak ada kenaikan harga signifikan.

Harga daging sapi masih berada di kisaran Rp 110.000-Rp 120.000 per kg. Daging ayam Rp 38.000-Rp 40.000 per kg. Harga beras paling murah Rp 9.000 per kg dan paling mahal Rp 12.000 per kg. Harga sayuran pun stabil.

“Jadi semua kios atau para pedagang kita lakukan pengecekan, baik harga hingga kelayakan makanan aman dan tidaknya,” papar Bismo kepada wartawan usai sidak.

Untuk pemeriksaan keamanan ma­kanan, kata Bismo, tim gabungan meli­batkan Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Mereka meng­ambil sampel beberapa makanan yang warnanya mencolok, seperti keru­puk, kue basah, mi, bakso dan ikan asin.

Makanan-makanan itu selanjutnya diuji di laboratorium mobil keliling. Hasilnya, bahan makanan tersebut positif mengandung zat kimia. Seperti kerupuk berwarna merah dan kue lapis mengandung zat pewarna tekstil. Mi juga positif mengandung formalin.

Tim gabungan juga menemukan ikan asin teri mengandung formalin yang cukup pekat, positif mengandung zat kimia berbahaya penyebab kanker.

“Berdasarkan informasi dari pedagang, terungkap bahan makanan tersebut didatangkan dari Pasar Induk di luar Ciamis,” jelas Bismo.

Bismo menjelaskan tim gabungan juga mengamankan pijer serbuk yang dijual bebas, padahal pijer merupakan boraks. Biasanya warga menggunakan pijer untuk membuat ketupat dan pengenyal makanan lainnya, padahal boraks bukan untuk bahan makanan tapi untuk antiseptik. Makanya, setelah ditemukan makanan yang positif zat kimia berbahaya, pihaknya memberikan pembinaan kepada para pedagang tersebut. Petugas meminta pedagang untuk tidak menjual makanan tersebut, karena dapat membahayakan kesehatan konsumen, karena bila dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker.

“Makanya kami akan berkoordinasi dengan Badan POM untuk langkah selanjutnya, bahkan dengan berbagai pihak serta luar daerah juga, karena informasinya makanan tersebut diproduksi di luar daerah Ciamis,” tegasnya.

Seorang pedagang ikan asin, yang ingin namanya diinisialkan, AB (40) mengaku membeli ikan asin dari luar Ciamis. Jadi pengolahan ikan asin itu dilakukan di luar Ciamis. Jadi, dia tidak tahu kandungan ikan asin yang dijualnya. Termasuk bahan-bahannya.

“Untuk sementara ikan teri akan distop dulu. Saya tadinya juga tidak tahu. Hanya sebatas menjual saja. Kirain aman,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.