Ditemukan Lagi 2 Positif Corona dari Kecamatan Selaawi & Banyuresmi Garut

216
0
radartasikmalaya.com

GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut kembali menemukan dua warga Garut yang positif terpapar Covid-19.

Dua orang yang terkonfimasi positif berasal dari Kecamatan Selaawi dan Banyuresmi.

“Dari dua pasien yang positif ini, satu orang dari Banyuresmi meninggal dan satu lagi yang dari Selaawi masih dalam perawatan di RSUD dr Slamet,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Senin (18/5).

Baca juga : Peduli Sesama, Keturunan Tionghoa Garut Bagikan Ribuan Karung Beras

Helmi menerangkan kedua pasien ini baru diketahui hasilnya saat ini, karena hasil swab test yang dilakukan di laboratorium Universitas Padjajaran ini baru keluar hasilnya saat ini.

“Hasilnya baru keluar tadi pagi (kemarin), jadi saya baru tahu. Infonya juga belum lengkap,” terangnya.

Untuk satu pasien positif yang masih hidup, kata dia, saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Slamet. Sementara yang meninggal, sudah dilakukan pemakaman sesuai prosedur Covid-19.

Helmi mengatakan dengan adanya penambahan ini, maka total pasien postif di Kabupaten Garut ini mencapai 13 orang. Dari total kasus positif tersebut, dua orang meninggal dunia, dua orang lagi sudah sembuh dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Helmi meminta warga untuk lebih meningkatkan kewaspada terkait adanya penambahan pasien positif Covid-19. Physical dan social distancing masih sangat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Selain itu, Helmi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, karena adanya ancaman kedatangan migrasi pemudik dalam jumlah besar menjelang lebaran Idul Fitri tiba.

“Perkiraan kami ada 100 ribu lagi warga Garut yang akan mudik. Jadi harus waspada,” terangnya.

Untuk warga yang sudah terlanjur mudik, Helmi meminta masyarakat melakukan isolasi mandiri bagi seluruh pendatang atau pemudik. “Mohon agar diperlakukan isolasi sesuai prosedur,” ucapnya.

Sementara bagi mereka yang sudah diidentifikasi reaktif dan positif, segera melakukan pemeriksaan di Klinik Medina dan RSUD dr. Slamet yang telah disiapkan pemerintah Garut.

“Jadi ini mohon kepada masyarakat agar lebih ketat lagi,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19, Ricky Rizki Darajat, mengatakan untuk menekan terjadinya penyebaran Covid-19, Pemda Garut kembali melakukan pengecekan kesehatan warga di 22 titik cek point.

Hasilnya, terjadi penambahan kasus ODP sebanyak 5 orang.

Sedangkan total kasus Covid-19 di Garut hingga hari ini mencapai  3.365 kasus, dengan rincian OTG sebanyak 743 orang, dimana 312 masih dalam tahap observasi dan 431 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Kemudian ODP sebanyak 2.553 kasus, dengan rincian sebanyak 126 kasus masih pemantauan, 4 kasus dalam perawatan, dan 2.423 selesai pemantauan dan  13 diantaranya meninggal.

Baca juga : Agar Bisa Shalat Ied, MUI Garut Minta Pemkab Buka Status Covid-19 Tiap Wilayah

Jumlah PDP sebanyak 57 kasus, 5 kasus sedang dalam perawatan dan 52 kasus selesai pengawasan dan 15 pasien diantaranya meninggal dunia.

Khusus pasien positif terdapat 13 kasus, rinciannya sebanyak 8 mendapat perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 2 kasus dinyatakan sembuh, dan 2 kasus meninggal. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.