Diterpa Gempa, Pangandaran Aman

369
0
BERAKTIVITAS. Warga dan wisatawan di Pantai Pangandaran. foto: dokumen Nana Suryana/ radartasikmalaya.com

PANGANDARAN – Gempa dengan kekuatan 5,2 SR mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 17.27 Jumat (21/6). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun sempat membuat masyarakat panik dan ke luar rumah.

Wakil Ketua Taruna Sigana Bencana (Tagana) Komar Heryadi mengatakan getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Pangandaran.

“Banyak masyarakat yang merasakan gempa, bahkan beberapa orang ke luar rumah karena kaget, namun demikian tidak sampai menimbulkan kepanikan berlebih,” ungkapnya kepada Radar.

Dikatakannya, Tagana langsung melakukan pemantauan di sejumlah wilayah pantai diantaranya pantai Pangandaran, Batu Hiu, Batukaras dan Madasari.

“Anggota Tagana yang sedang piket langsung melakukan pemantauan di lapangan, mengimbau warga untuk tetap tenang dan melakukan pengamatan langsung kondisi air laut, semuanya dalam kondisi normal,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dan wisatawan tetap tenang. “Jika ada kondisi darurat tentu kita akan menginformasikan secara cepat, sampai saat ini kondisi seluruh wilayah Pangandaran aman dan tidak ada laporan kerusakan,” kata dia.

Lanjutnya, aktivitas wisatawan di pantai Pangandaran dan Batukaras juga terpantau kondusif. “Tidak ada kepanikan berlebihan, meskipun beberapa wisatawan ada yang sempat kaget dan khawatir, namun tidak berlangsung lama, bahkan karena asyiknya menikmati suasana pantai, banyak juga yang tidak merasakan gempa,” ungkapnya.

Ia menyakinkan Pangandaran dalam kondisi aman dan tidak terdampak guncangan gempa yang terjadi di perairan Pangandaran.

Komar menambah, informasi dari BMKG, gempa tektonik terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,51 LS dan 108,69 BT. Berlokasi di laut pada jarak 92 km arah tenggara Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 62 km.

“Gempa yang terjadi diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Menurut analisis dari BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena menyamapaikan gempa yang dirasakan cukup kuat, namun tidak berpotensi tsunami.

”Pada umumnya kondisi wilayah Kabupaten Pangandaran dalam keadaan aman, kegiatan sosial, ekonomi dan lain-lain berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Objek wisata di seluruh Pangandaran pun dipastikan tidak ada masalah. ”Jadi kepada pegiat wisata, wisatawan dan masyarakat pada umumnya tetap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa,” terangnya.

Yayuk (31), warga Desa Babakan Kecamatan Pangandaran mengaku merasakan getaran gempa cukup kuat. Saat gempa terjat, dirinya sedang berada di dalam rumah.

“Kaget saya langsung lari ke luar rumah, cukup lama juga getarannya, saya melihat lemari sampai goyang-goyang,” ujarnya. (nay/den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.