Dituding Pungli, Komite Lapor Polisi

153
0
TANGKAPAN LAYAR. Dewan Komite SMPN 12 Tasikmalaya H Mamat Rahmat didampingi kuasa hukumnya Ecep Nurjamal SH MH menunjukkan tangkapan layar posting-an DS saat melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (15/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

BUNGURSARI – Komite SMP 12 Tasikmalaya melaporkan salah seorang pengguna media sosial (medsos) Facebook berinisial DS ke Polres Tasikmalaya Kota, Senin (15/7). Hal tersebut berkaitan dengan posting-an yang dianggap fitnah dan menyudutkan komite.

Masalah tersebut muncul setelah DS mem-posting sebuah tulisan di Facebook pada 11 Juli 2019 yakni, “PPDB SMP 12 Kawalu menerima uang 500 rb per siswa bekerja sama komite di belakang layar,paraaah”.

Dewan Komite SMPN 12 Tasikmalaya H Mamat Rahmat menyebutkan, posting-an itu merupakan fitnah. Maka dari itu, pihaknya didampingi kuasa hukum dan pihak sekolah melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota. “Ya saya tidak terima difitnah seperti itu,” tutur dia kepada Radar.

Pihaknya tidak mengetahui maksud dan tujuan pengguna Facebook tersebut. Sebelumnya, dia pun tidak menerima komunikasi dari terlapor terkait masalah pungli itu. “Enggak pernah ada komunikasi ke saya, tiba-tiba bikin posting-an seperti itu,” ujarnya.

Kepala SMPN 12 Tasikmalaya Drs H Eman Suhaeman MPd menegaskan tidak ada pungli dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolahnya. Dia menilai posting-an tersebut sangat menyudutkan lembaga pendidikan yang dia pimpin. “Ya saya juga merasa sangat dirugikan,” tuturnya.

Kepada pihak sekolah pun, terlapor belum pernah melakukan komunikasi terkait adanya pungli. Ada pun DS pernah datang karena urusan lain dan diterima oleh tim verifikator PPDB SMP 12 Kawalu H Ali Zulkifli.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, DS mengakui posting-an itu dibuat olehnya. Namun demikian, bukan tentang PPDB di tahun ini. “Itu PPDB tahun lalu,” ujarnya.

Adapun posting-an itu dibuat baru-baru ini karena dia melihat banyaknya kesulitan di masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah namun terkendala sistem zonasi. Dia ingin ada perhatian dari pemerintah untuk bisa memberikan solusi. “Karena kami peduli terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.

Menanggapi adanya laporan pelanggaran UU ITE atas nama dia, DS meminta maaf kepada semua pihak yang merasa disudutkan. Dia menegaskan tidak punya tujuan untuk menyinggung seseorang. “Kalau ada yang tersinggung saya minta maaf, saya pun akan tabayun kepada pelapor,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.