Dituduh Ngutil Hingga Digeledah, Ribuan Santriwati Miftahul Huda Demo Indomart Manonjaya Tasik

KABUPATEN TASIK – Ribuan santriwati Pondok Pesantren (Pontren) Miftahul Huda melakukan aksi unjuk rasa didepan Indomart Pasar Manonjaya, Jumat (3/1) Pagi.

Aksi ini adalah dampak dari tuduhan pencurian yang diduga dilakukan pihak Indomart terhadap 4 santriwati Muftahul Huda.

Aksi tersebut dimulai sejak pukul 08.15 WIB hingga 09.05 WIB tempat di depan Indomart tersebut.

Rosita dan KH Ujang Surahman menjadi Kordinator Lapangan (Korlap) aksi. Sementara itu kondisi Indomart dalam keadaan tertutup.

“Indomart Manonjaya harus tutup sampai dengan tutuntan kami (santriwati Miftahul Huda, Red) dipenuhi,” teriak korlap aksi.

“Yaitu meminta maaf lewat media nasional atas kejadian tuduhan pencemaran nama baik Santriwati Miftahul Huda yg dituduh mencuri oleh pihak karyawan Indomart Manonjaya,” sambungnya.

Danramil 1208/Manonjaya, Kapten Inf Tusiran turut hadir memantau aksi yang berlangsung damai dan tertib tersebut. Massa membubarkan diri sekitar pukul 09.05 WIB.

“Kami terus pantau perkembangan situasi di Pontren Miftahul Huda bersama pihak terkait. Dalam aksi ini situasi berlangsung kondusif,” tuturnya kepada wartawan.

Danramil mengimbau kejadian unjuk rasa yang dilakukan Santriwati Ponpes Miftahul Huda Manonjaya ini adalah peringatan kepada pihak Indomart Manonjaya agar lebih hati-hati dalam segi pelayanan.

“Juga menjaga etika serta hati-hati ketika bertutur kata atau melakukan tindakan,” imbaunya.

Sekadar diketahui, aksi ini adalah dampak dari kejadian Kamis (2/1) sore pukul 16.00 WIB.

Diduga saat itu sejumlah santriwati Miftahul Huda digeledah saat hendak melakukan pembayaran di Indomart Manonjaya setelah berbelanja.

Santriwati tersebut disangka telah mengambil sejumlah barang di mini market Indomart yang tak jauh dari lokasi Ponpes.

Saat para santriwati tersebut digeledah oleh petugas indomart, tak ayal menjadi tontonan warga lainnya yang hendak berbelanja di minimarket tersebut.

Salah satu pengasuh Ponpes Manonjaya, KH Dodo Aliyul Murtadlo mengungkapkan, saat itu empat santriwati hendak membeli keperluan perempuan dan sejumlah makanan. Ketika masuk ke mini market, tatapan petugas sudah menunjukkan kurang bersahabat.

Meski demikian, keempatnya tidak ambil pusing kemudian muter-muter di lorong rak pajangan makanan dan keperluan lainnya setelah beres memilih kebutuhan, keempatnya hendak bayar di kasir. Namun, bukannya dilayani, malah digeledah dan dituduh telah mengambil beberapa barang.

Situasi di lokasi saat itu menjadi tak karuan karena santriwati menjadi pusat perhatian warga yang hendak berbelanja.

“Petugas kasir kurang ramah dan menuduh santriwati yang lain-lain. Ini sudah jelas penghinaan,” katanya.

Pihaknya langsung mendatangi mini market tersebut dan meminta membuka CCTV untuk membuktikan bahwa santrinya itu telah berbuat yang melanggar aturan.

“Namun di cctv tidak terbukti bahwa santri saya tidak mengambil barang,” ujarnya.

Pihaknya tidak menerima kejadian itu, karena telah mempermalukan para santriwati.

“Sebab, pihak indomart hanya cukup meminta maaf saja. Bagusnya mengeluarkan bewara dilokasi kejadian, maupun sekitar mini market. Bahwa santri kami tidak mengambil barang sebagaimana rekaman cctv,” terangnya.

Sehingga informasi cepat menyebar dan puluhan santri laki-laki bersama beberapa pengasuh Pondok lainnya mendatangi mini market itu. Sehingga karena dikhawatirkan ada kejadian yang tidak diinginkan, makanya langsung ditutup.

(rezza rizaldi)

loading...