Diturunkan Bertahap, Alquran Sarat Hikmah

21609
0
KULIAH ZUHUR. Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi mengisi kuliah Zuhur, Kamis (23/5). Tema yang diangkat yakni hikmah Alquran yang diturunkan bertahap. (Fakhtur Rizqi / radartasikmalaya.com)

TASIK – Menyibukkan diri dengan membaca Alquran di bulan Ramadan termasuk ibadah yang paling utama dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Makanya Ramadan juga disebut bulannya Alquran karena di bulan penuh berkah ini Alquran diturunkan. Alquran yang merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ini diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. Selama 13 tahun diturunkan di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

Ternyata banyak hikmah yang terkandung di balik peristiwa turunnya Alquran yang berangsur-angsur. Hal itu dijelaskan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi saat mengisi kuliah Zuhur Kamis (23/5).

“Alquran diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung pada bulan Ramadan. Dari Baitul Izzah itulah, Alquran kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW,” katanya.

Hikmah yang pertama yakni meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW. Turunnya wahyu pertama merupakan peristiwa yang bersejarah dalam penyebaran ajaran Islam.

“Wahyu yang turun secara bertahap dari waktu ke waktu ini menguatkan hati Rasulullah dalam menapaki jalan yang sulit dan terjal itu. Di era Madaniyah, hikmah ini juga terus berlangsung. Ketika hendak menghadapi perang atau kesulitan, Alquran turun menguatkan Rasulullah dan kaum muslimin generasi pertama,” katanya.

Hikmah kedua, kata ia, memudahkan hafalan dan pemahamannya. Para kaum muslimin menjadi lebih mudah menghafalkan dan memahami Alquran.

“Terlebih, ketika ayat itu turun dengan latar belakang peristiwa tertentu atau yang diistilahkan dengan asbabun nuzul, maka semakin kuatlah pemahaman para sahabat,” ujarnya.

Hikmah yang ketiga, sambungnya, mengandung tantangan dan mukjizat. Orang-orang musyrik yang berada dalam kesesatan tidak henti-hentinya berupaya melemahkan kaum muslimin.

Mereka sering mengajukan pertanyaan yang aneh-aneh dengan maksud melemahkan kaum muslimin. “Pada saat itulah, kaum muslimin ditolong Allah dengan jawaban langsung dari-Nya melalui wahyu yang turun,” ujarnya. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.