Diundang Klarifikasi, Partai Berkarya Mangkir

25
Dodi Juanda

SINGAPARNA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya mangkir dari undangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya terkait klarifikasi Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dan sumbangan Rp 30 miliar dari calon legislatif (caleg).

“Kita sudah undang dan kita tunggu dari pukul 13.00 sampai sore, tapi perwakilan dari Partai Berkarya tidak ada yang hadir. Besok (hari ini), bisa dijadwalkan ulang untuk klarifikasinya,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda kepada wartawan, Rabu (9/1).

Terpisah, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Tasikmalaya Iwan Kurniawan menjelaskan tidak bisa menghadiri undangan dari Bawaslu karena waktunya berbarengan dengan sosialisasi dari KPU di sekretariat.

“Iya kita tidak bisa hadir undangan dari Bawaslu, soalnya ada acara kunjungan sosialisasi KPU. Kita bingung, tetapi lebih mendahulukan acara KPU yang tidak bisa diagendakan ulang,” kata Iwan.

Menurut Iwan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bawaslu soal alasan kenapa tidak bisa menghadiri undangan klarifikasi tersebut.

“Kita tidak hadir bukannya tidak siap, kita siap untuk klarifikasi. (Kita) pasti akan datang untuk dijadwal ulang besok (hari ini),” terangnya.

Iwan pun menjelaskan soal LPSDK dan adanya sumbangan dari caleg yang mencapai Rp 30 miliar. Intinya, muncul hasil pencermatan dari Bawaslu bukan dasar kesengajaan, melainkan adanya salah penulisan dan perhitungan saat akan melaporkan LPSDK.

Salah penulisannya, tambah Iwan, pada saat melaporkan data sumbangan ada kesalahan penulisan kebutuhan alat peraga kampanye sampai 200 ribu lembar APK. Sehingga muncul kebutuhan anggarannya hingga Rp 30 miliar. “Padahal kebutuhan sebenarnya hanya 200 lembar, paling dari semua caleg hanya Rp 1 miliar saja,” jelasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.