Djanur Didepak Bajul IJo

18
0
Djajang Nurjaman

JAKARTA – Pertarungan kompetisi Liga 1 Indonesia 2019 kian memanas. Pertarungan sengit di klasemen sementara terus tersaji hingga pekan ke-13 kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air tersebut.

Tak ayal, hal itu membuat 18 klub peserta terus melakukan perombakan guna menjadi yang terbaik di kompetisi paling bergengsi di Tanah Air tersebut.

Menariknya, evaluasi yang dilakukan oleh para klub tidak hanya terhadap kesalahan para pemainnya saja, bahkan ada klub yang terpaksa mendepak pelatihnya lantaran dinilai tak mampu membuat klubnya berada dalam tren positif.

Seperti sebelumnya, manajemen PSIS Semarang, mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi memakai jasa Jafri Sastra sebagai pelatih tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut.

Keputusan itu diambil manajemen PSIS Semarang usai rekor buruk yang didapat dalam tiga pertandingan kandang sebelumnya. Dimana, PSIS menelan kekalahan secara beruntun di tiga laga kandang tersebut.

Hal yang dialami Jafri Sastra juga dialami Djajang Nurjaman yang secara resmi dipecat oleh Persebaya Surabaya usai tim berjuluk Bojul Ijo itu ditahan imbang 2-2 Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/8) kemarin.

Meski Persebaya kini masih bertengger di peringkat tujuh klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2019 dengan raihan 18 pin dari 13 laga, namun hal itu nampaknya tak membuat mantan pelatih Persib Bandung itu aman di kursi pelatih tim kebanggaan masyarakat Surabaya itu.

Terbukti setelah bermain imbang 2-2 dengan Madura United, manajemen Persebaya secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya mengakhiri kontrak Djanur. Manajemen menilai, hasil minor Persebaya dalam tujuh pertandingan terakhir menjadi pertimbangan pihaknya mengakhiri kontrak Djanur. Ya, dalam tujuh laga itu, Persebaya hanya mampu meraih satu kemenangan, empat kali seri, dua kali kalah.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi membeberkan bahwa sebelum dilakukan pemecatan, Djanur sudah diberikan waktu untuk memperbaiki tim dan hasilnya memang tidak ada perubahan.

“Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,” tutur Candra seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi klub, Minggu (11/8) kemarin.

Dalam pengumuman tersebut, Djanur dikatakan menerima semua keputusa manajemen. Pelatih berkumis tebal itu dikatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.

Sebagai informasi, Djanur merupakan pelatih berpengalaman yang cukup mumpuni. Pada musim lalu, Djanur berhasil mengangkat performa Persebaya yang sempat terancam degradasi.

Hingga akhirnya, Djanur berhasil mengantarkan Persebaya finis di posisi lima besar. Dan tahun ini, Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menembus final Piala Presiden.

Kendati demikian, Persebaya tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur. Namun, manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim. Untuk tetap menjaga peluang juara.

Akan tetapi untuk sementara, manajemen Persebaya mempercayakan asisten pelatih Bejo Sugiantoro sebagai carateker pelatih kepala. Mantan Libero Tim Nasional Indonesia era 1990-an tersebut, akan menghadapi tantangan berat, karena setelah ini Persebaya harus melakoni laga tandang di kandang Arema FC, pada Kamis (15/8) mendatang. (gie/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.