DJP Dorong Kemajuan UMKM

38
0
Istimewa TALK SHOW. Narasumber memberikan pemaparan pada sesi talk show Business Development Services (BDS) Priangan Timur di Hotel Mandalawangi Kota Tasikmalaya Rabu (27/11). 

TASIK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Se Priangan Timur yakni KPP Pratama Tasikmalaya, KPP Pratama Ciamis dan KPP Pratama Garut menggelar Business Development Services (BDS) di Hotel Mandalawangi Kota Tasikmalaya Rabu (27/11).

Acara yang bertema Peningkatan Akses Permodalan dan Jaringan Usaha Pemasaran Digital Online menuju Wirausaha Mandiri ini melibatkan pelaku UMKM di wilayah Priangan Timur baik perorangan maupun komunitas yang berada dalam binaan Dinas Koperasi dan UMKM.

Kepala KPP Pratama Tasikmalaya Adriana Hermawati Koraag mengatakan, acara BDS ini telah kesekian kalinya dilaksanakan oleh Kanwil dan KPP di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat I sejak tahun 2016. Tujuannya sebagai bentuk sinergi dan dukungan DJP kepada pengembangan ekonomi UMKM.

“Sesuai konsepnya, BDS merupakan program DJP yang memfokuskan kegiatannya pada pembinaan para pelaku UMKM melalui edukasi dan kemitraan,” katanya.

Melalui BDS, sambungnya, DJP memposisikan diri sebagai edukator, sekaligus fasilitator dan mediator antara UMKM dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan kepada upaya pengembangan UMKM.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)  Virda Dimas Ekaputra menyatakan, era teknologi in merupakan peluang besar bagi para UMKM untuk maju lebih pesat. “Terlebih Indonesia diuntungkan oleh bonus demografi, yang otomatis mendongkrak tingkat konsumsi,” kata dia.

Loading...

Bahkan saat ini produsen dari luar negeri berondong-bondong masuk ke pasar Indonesia. “Jangan sampai kita sebagai masyarakat Indonesia ini jadi penonton saja, UMKM harus memanfaatkan peluang itu,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya revolusi industri juga memberikan peluang kesetaraan akses ke pasar. Sehingga antara perusahan besar dan kecil tidak ada bedanya. “Kita bisa mengakses pasar dengan kesamaan hak dengan mengakses teknologi itu,” tutur dia.

Virda menjelaskan, berjualan menggunakan sosial media atau teknologi biayanya sangat murah. UMKM atau pengusaha kecil hanya tinggal belajar cara penggunaannya. “Termasuk teknis-teknis agar produk banyak diminati orang,” katanya.

Kegiatan BDS ini tidak saja berisi sosialisasi perpajakan, tetapi juga talk show yang menghadirkan narasumber seperti Kepala KPP Pratama Ciamis Yuddi Hariyanto, Vice Chairman Indonesia Halal Life Style Center Jetti Rosila Hadi, mantan Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra dan Kepala KPPBC Tasikmalaya Noviandi. (rls/ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.