DK tak Terserap 100% Jangan Kambinghitamkan Lurah

23
0

INDIHIANG – Wakil Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Tasikmalaya, H Dayat Mustopa mempertanyakan tugas dan fungsi yang melekat dalam pengawasan implementasi program Dana Kelurahan (DK).

Meski secara aturan, kata dia, teknis pelaporan kegiatan itu berjenjang dari lurah melalui camat, kemudian ke Bappelitbangda.

“Tapi lurah saja belum paham, bimbingannya tidak ada. Ya wajar kalau ada lurah yang masih bingung,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Jumat (13/9).

Terang Dayat yang ditemui di ruang kerjanya, tidak semua lurah bingung dalam mengeksekusi anggaran yang sudah dialokasikan Pemkot itu. Sebab ia meyakini ada beberapa SDM di level tersebut sanggup dan mampu mengelola kegiatan.

“Mereka itu ASN, dan tidak semuanya tidak siap. Jangan seolah dikambinghitamkan atas risiko yang ditanggung karena adanya Program ini,” terangnya.

Dayat menjelaskan, ada pun beberapa Lurah belum merealisasikan anggaran, karena dari Pemkot sendiri tidak ada pendampingan secara khusus dalam merealisasikan program itu.

Mengingat, ketika ada kendala teknis, mereka masih ada yang bingung harus berkonsultasi terhadap siapa. “Saya takut, tidak dibimbing ada yang jalankan program malah berurusan dengan hukum,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menuturkan, secara keseluruhan alokasi yang harus disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) yakni sebesar 5 persen dari APBD untuk DK ini.

“Bisa saja melakukan semacam reward and punishment, mungkin untuk tahun 2021 dari evaluasi pelaksanaan Tahun 2020. Namun, itu juga harus memperhatikan ketentuan dari pusat,” tuturnya.

Menurutnya untuk alokasi Tahun 2019 ini, DK bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) secara merata kepada masing-masing kelurahan yang berjumlah 69 titik. Ada pun di tahun mendatang, pengalokasian anggaran tidak merata.

Masing-masing kelurahan dilihat dari indikator seperti luas wilayah, jumlah penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), jumlah penduduk miskin dan lain-lain.

“SDM di kelurahan perlu terus ditingkatkan kapasitasnya dalam mengelola DK,” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.