DKKT Desak Wakil Rakyat Segera Wujudkan Perda Kebudayaan

28
0
AUDIENSI. Para pengurus DKKT saat beraudensi di Gedung DPRD Kota Tasik, Senin (19/8). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

INDIHIANG – Para pengurus Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) melakukan audiensi dengan DPRD Kota Tasik, Senin (19/8).

Para seniman ini mendesak segera direalisasikannya Perda Kebudayaan. Sebab usulan DKKT ini sudah lama diajukan ke DPRD.

“Setahun lalu kita sudah usulkan, dan bicarakan regulasi kemajuan kebudayaan. Sampai sekarang tak ada lagi suara itu. Jauh sebelum Undang-Undang yang mengatur Kebudayaan itu terbit, kami pernah rekomendasikan dan wacanakan,” ujar Ketua DKKT, Bode Riswandi kepada radartasikmalaya.com.

Terang Bode, pihaknya malah keberatan bila ada Dewan Kebudayaan. “Sebab di Tasik secara prinsipil dan kemampuan belum pada mumpuni. Maka diputuskan DKKT spesifikasinya mendesain kegiatan kesenian. Usia 4 tahun alhamdulillah survive daru prediksi awal takan bertahan setahun. Bahkan sudah jadi percontohan,” terangnya.

Tambah Bode, dalam audiensi itu ada beberapa hal disampaikan terutama keresahan musisi soal penggunaan GOR Dadaha yang tidak diperbolehkan digunakan pertunjukan musik.

“Kalau tak boleh, dimana alternatif untuk gelaran musik? Alhamdulillah tadi DPRD merespon dan akan mempertemukan musisi serta Koni didampingi DKKT,” tambahnya.

Solusinya, jelas Bode, itu karena GOR tak boleh digunakan menjelang Porda 2022. “Sementara itu gelaran musik tak rutin, kalau tak digunakan ya dimana ruang kreatifitas musik? GKT bisa tapi kapasitas terbatas. Maka kita dorong pembangunan arena usulan outdor DKKT,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim MSi menuturkan, usulan Perda ini setahun lalu dalam setiap pembahasan anggaran pasti selalu jadi pembahasan. “Alhamdulillah bisa selesai naskah akademiknya di tahun ini dan masuk Prolegda pada 2020,” jelasnya.

(rezza rizaldi/radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.