DMI Ciamis Tolak Shalat Jumat Pake Sistem Ganjil Genap

194
0
MEMBERSIHKAN. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis membersihkan karpet yang biasa digunakan untuk salat, Minggu (21/6). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Dewan Masjid Agung Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis sudah mendapatkan surat edaran untuk melaksanakan Salat Jumat dengan sistem ganjil genap berdasarkan nomor HP.

Namun, DMI Ciamis mengaku tidak akan mengikuti aturan tersebut.

Ketua Dewan Masjid Agung Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis H Wawan S Arifien mengatakan, pihaknya menerima Surat Edaran Nomor 105-Khusus/PP-DMI/A/VI/2020 tertanggal Selasa (16/6/2020).

Baca juga : Mortir Aktif Ditemukan di Kebun Pisang di Cikoneng Ciamis

Surat ini ditandatangani Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaraqutni.

“Walaupun edaran dari DMI pusat, jangan digeneralisasi. Karena untuk Ciamis saya pastikan tidak bisa, karena masjid masih cukup dan memang salat Jumat itu satu waktu, kalau agak penuh bisa dirapatkan sedikit,” jelasnya.

Loading...

Menurutnya, dengan ganjil genap berdasar nomor ponsel, itu hanya akan menambah rumit dalam pelaksanaan Salat Jumat.

Pekerjaan takmir akan bertambah banyak, selain mengecek suhu dan memastikan jarak antar jemaah. “Sebenarnya mudah itu kenapa jadi dipersulit, masa harus mengecek nomor HP, kalau nomornya ada dua dan itu ada ganjil dan genapnya, bagaimana.

Meski sudah memasuki new normal dan masjid dibuka, namun jemaah yang datang ke masjid belum begitu banyak,,” katanya.

Menurutnya, untuk di Ciamis tanpa melakukan sistem ganjil genap masih bisa melakukan Salat Jumat satu waktu.

Apabila benar-benar penuh bisa memanfaatkan halaman masjid, karena biasanya pun masyarakat seperti itu. “Jadi kalau di Ciamis kondisinya normal saja seperti biasanya, karena masjid masih cukup menampung jemaah,” katanya.

Kata dia, walaupun itu merupakan surat edaran dari DMI pusat, pihaknya tetap akan menerapkan yang realistis.

“Memangnya seperti kendaraan di Jakarta, saat melintas di Jalan Sudirman harus diatur ganjil-genap, saya tegaskan lagi yang bisa mudah kenapa harus dibikin sulit lagi,” ujarnya, menegaskan.

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Golangsing Kecamatan Cipaku KH Deden Badrul Kamal mengaku di daerahnya tidak melaksanakan Salat Jumat ganjil genap, karena dengan sistem saat ini pun tidak ada permasalahan.

“Saya heran dengan peraturan pemerintah terutama Kementerian Agama, sebelumnya Salat Jumat menerapkan protokol kesehatan karena pandemi, jemaah mengikutinya. Kemudian sekarang muncul lagi untuk menerapkan ganjil genap saat Salat Jumat, semakin membingungkan,” ujarnya.

Baca juga : Penumpang Dibatasi 50%, Pengusaha Bus di Ciamis Naikan Tarif

“Masyarakat sudah tenang dalam melaksanakan Salat Jumat seperti biasa, bahkan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Namun sekarang muncul lagi pengaturan salat yang membuat masyarakat dibingungkan ketika akan beribadah,” katanya, menambahkan. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.