Do’a dari Kota Tasik untuk 6 Almarhum Laskar FPI

122
0
BERSIKAP. Al Mumtaz dan beberapa ormas islam doa bersama di Masjid Agung, Jumat (11/12). Hal ini berkaitan dengan meninggalnya enam laskar dalam insiden penembakan beberapa waktu lalu.
BERSIKAP. Al Mumtaz dan beberapa ormas islam doa bersama di Masjid Agung, Jumat (11/12). Hal ini berkaitan dengan meninggalnya enam laskar dalam insiden penembakan beberapa waktu lalu.

TASIK – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Islam Tasikmalaya (Al Mumtaz) melakukan doa bersama untuk enam laskar pengawal Habib Rizieq Shihab yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Doa bersama itu dilaksanakan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya usai salat Jumat (11/12). Kegiatan yang dipimpin langsung pembina Al Mumtaz Tasikmalaya KH Aminudin Busthomi, juga dihadiri Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya Ustaz Yanyan Albayani, Koordinator Forum Pondok Pesantren (FPP) Wilayah V Jabar Ustaz Yusuf Roni, KH Miftah Fauzi serta perwakilan beberapa ormas islam.

Baca juga : Soal Parkir di Kota Tasikmalaya Harus Jadi Prioritas

Pembina Al Mumtaz Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi menyesalkan adanya insiden yang mengakibatkan enam orang warga sipil meninggal dunia. “Pertumpahan darah tidak harus terjadi, bagaimana kalau itu terjadi pada keluarga kita,” ujarnya.

Dengan doa bersama dan salat gaib yang dilaksanakan, kata KH Amin, dirinya berharapkan enam almarhum yang meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah. Terlebih, menurutnya keenam laskar tersebut saat kejadian meninggal tengah mengawal rombongan pengajian. “Semoga almarhum ditempatkan sebagai syuhada,” tuturnya.

Di samping itu, sambung KH Amin, pemerintah dan kepolisian harus bisa menjamin kasus ini diusut secara tuntas. Hal ini berkaitan dengan adanya kontroversi antara aparat dan pihak FPI. “Dan jangan terjadi lagi, kapan pun,” tuturnya.

Meskipun saat ini kasus tersebut dianggap belum ada kejelasan, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang. Jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Perlu disadari bahwa saat ini dunia juga sedang dilanda pandemi. Sehingga tidak perlu ada gerakan yang memang bisa memicu penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Al Mumtaz mengutuk aksi pembunuhan kepada enam laskar tersebut. Namun, dia pun meminta umat bisa menahan diri dan selektif dalam memilah informasi baik di media sosial maupun media mainstream. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.