Bus Masuk Pekarangan Rumah, Tiga Penumpang Luka

Doa Ibu Senggol Budiman

1481
0
KECELAKAAN. Bus Doa Ibu masuk ke pekarangan rumah warga di Jalan Raya Cibatu - Limbangan Kabupaten Garut, Selasa siang (28/5). Setelah sebelumnya menabrak bagian belakang Bus Budiman. foto-foto: Yana Taryana / Rakyata Garut dan Humas Polres Garut

GARUT – Dua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Doa Ibu dan Budiman mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cibatu – Limbangan tepatnya di Kampung Wedasari Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Selasa siang (28/5).

Akibat kecelakaan tersebut, sopir bus Doa Ibu bernama Asep Rustandi (45) dan dua orang penumpangnya Ayi Siti Zakiyah (20) serta Safitri (16) mengalami luka-luka.

Saat ini, ketiganya su­dah mendapatkan pe­nanganan medis di Pus­kesmas Sukamerang Ke­camatan Cibatu. “Kon­disi korban hanya luka ri­ngan, akibat benturan. Se­karang sudah mendapatkan penangan tim medis,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Sa­tria Wiguna kepada wartawan di lokasi ke­jadian, kemarin.

Budi menerangkan kecelakaan yang menimpa dua bus asal Tasikmalaya itu terjadi sekitar pukul 12.30. Saat itu Bus Budiman Nopol Z 7773 HC bersama Doa Ibu Nopol Z 7879 HB melaju beriringan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.

Ketika di lokasi kejadian, kondisi jalan yang menikung dan menurun membuat bus Doa Ibu menghantam bagian belakang Bus Budiman yang kondisinya beriringan dengan kendaraan lain.

Setelah menabrak, diduga sopir Bus Doa Ibu kaget. Sehingga tidak mengerem kendaraan, tetapi membantingkan kendaraan ke sebelah kiri. Dan masuk ke kolam pekarangan rumah warga yang berada di jalan tersebut. “Diduga sopir hilang konsentrasi akibat mengantuk. Jadi tidak melihat kalau mobil di depannya pelan,” terang Budi.

Selanjutnya, kata Budi, para penumpang di dalam Bus Doa Ibu dan Budiman langsung dievakuasi menggunakan armada pengganti kedua perusahaan bus tersebut. Untuk melanjutkan perjalanan ke Tasikmalaya.

Heni (45), salah satu korban penumpang bus Doa Ibu mengaku syok akibat kecelakaan itu. Karena kondisi bus yang ditumpanginya melaju dengan kecepatan stabil dan tidak ugal-ugalan. “Tiba-tiba brak, nabrak belakang Budiman dan tahu-tahu sudah di bawah (masuk pekarangan rumah),” katanya.

Heni yang berada di baris ketiga kursi bus searah dengan posisi sopir menduga, kondisi fisik sopir dalam keadaan lelah akibat perjalanan. “Mungkin kecapaian, tapi penyebab pastinya saya sendiri kurang tahu,” kata dia.

Dia pun bersukur meskipun bus masuk ke tebing curam yang merupakan halaman rumah warga, namun dirinya bersama suami dan kedua anaknya selamat. “Hanya anak saya yang pertama terkena pecahan kaca bus, saya sampai saat ini masih soak (syok, Red),” terangnya.

Berdasarakan pantauan Rakyat Garut, akibat kejadian kecelakaan kedua bus sempat terjadi antrean panjang di sekitar lokasi. Sementara bangkai kedua bus tersebut masih berada di sekitar lokasi kejadian, menunggu evakuasi alat berat datang. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.