Doa Kami untuk Luluhkan Pemerintah

5

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Para guru honorer K2 kecewa. Rekrutmen CPNS 2018 tidak bisa mengakodomasi mereka dengan alasan pembatasan usia. Untuk itu, honorer K2 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya seperti di Kecamatan Cikalong dan Bojongasih menggelar doa bersama agar bisa ikut seleksi CPNS tersebut.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya Cucu Jumatul Ramdan SIP meminta pemerintah pusat tidak menggunakan batasan usia pada tes CPNS. “Kami ingin ikut tes, karena kami (honorer K2) telah mengabdi puluhan tahun,” ujarnya saat menghubungi Radar, Selasa (18/9).

Menurutnya, para honorer K2 Kabupaten Tasikmalaya merasa ada tindakan diskriminatif dari pemerintah dengan pembatasan usia. Padahal kinerja honorer selama ini sangat dirasakan oleh pihak sekolah maupun murid. ”Kami butuh solusi yang konkrit. Jangan biarkan kami seperti anak tiri,” tuturnya.

Honorer K2 Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Acid Heryanto mengungkapkan doa bersama tersebut bertujuan agar perjuangan honorer K2 bisa membuahkan hasil. ”Tolong fasilitasi kami, yang butuh pengakuan. Doa bersama ini untuk meluluhkan hati pemerintah,” ungkapnya.

Terpisah, para honorer di Kota Banjar pada Kamis (20/9) akan mendatangi Kantor Wali Kota Banjar. Kedatangan mereka bertujuan untuk beraudiensi dengan pemegang kebijakan.

“Daerah lain memang sudah sejak awal melakukan aksi damai, kami di Kota Banjar baru akan melaksanakan. Tapi sama tuntutannya yakni meminta keadilan,” ungkap Ketua Forum Honorer Kota Banjar Hanasa saat diwawancarai via telepon, Selasa (18/9).

Menurut dia, banyaknya penolakan atas dibukanya penerimaan CPNS tahun ini karena pihak honorer merasa tidak diakui oleh pemerintah pusat. Terlebih tidak disediakan jalur khusus bagi honorer yang masa kerjanya sudah lama. “Kita memohon pemda mendorong pusat mengeluarkan kebijakan pengangkatan honorer,” paparnya. (dik/cep)

loading...