Dokter Palsu Melamar Kerja ke RSUD Kota Banjar, Terancam 5 Tahun Penjara

351
0
EKSPOSE. Polres Banjar mengekspose pengungkapan kasus dokter palsu yang sempat melamar pekerjaan di RSUD Kota Banjar, Minggu (5/4). CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA

BANJAR – Satuan Reserse Kriminal Polres Banjar berhasil menangkap dokter palsu berinisial HR, warga Nganjuk Jawa Timur pada 16 Desember 2019 di Sekretariat IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Kota Banjar.

“HR menggunakan ijazah sarjana palsu bergelar dokter dan surat tanda registrasi (STR) dokter palsu serta surat keterangan palsu dari IDI Jakarta Timur agar terdaftar sebagai anggota IDI Cabang Banjar,” ujar Kapolres Banjar Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana SIK saat ekspose, Minggu (5/4).

Baca juga : Lomba Ketangkasan Merpati di Kota Banjar Dibubarkan Polisi

Selain untuk mendaftarkan diri sebagai anggota IDI Kota Banjar, kata dia, pelaku juga menggunakan ijazah palsunya ini untuk mendaftar ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar mendapatkan surat izin praktik. Karena itu sebagai salah satu syarat agar dapat bekerja di RSUD Kota Banjar.

Dari tangan HR, polisi menyita beragam alat kesehatan antara lain jas dokter kemudian stetoskop dan buku saku praktik dokter serta beberapa kartu identitasnya. Dalam KTP-nya tertulis status pekerjaannya sebagai dokter.

“Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 69 ayat (1) UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 263 ayat (2) KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara,” katanya.

Loading...

Dia mengimbau kepada warga masyarakat agar selalu waspada untuk mendapatkan layanan kesehatan dan tentunya yang memiliki legalitas sah, apalagi di tengah penyebaran wabah virus corona. Sebelumnya, kejadian pemalsuan ijazah itu pada Jumat 1 November 2018. HR mendaftarkan diri menjadi dokter umum di RSUD Kota Banjar.

Saat dikonfirmasi Wakil Direktur RSUD Kota Banjar Redi mengatakan, pelaku yang dimaksud belum sempat bekerja di rumah sakit, saat itu pihaknya tengah melakukan penerimaan dokter, pelaku sempat memalsukan berkas persyaratan lamaran.

Namun pihaknya melihat ada kejanggalan dari ijazah yang dimiliki pelaku. “Yang bersangkutan belum bekerja di RSUD. Aya batur (ada orang lain) yang melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian,” jawab Redi.

Baca juga : 2 PDP Corona di Kota Banjar Meninggal Dunia

Sementara, Kasubag Humas RSUD Kota Banjar Adang Permana mengatakan, pihaknya saat itu belum menerima tersangka sebagai dokter umum, karena prosesnya masih seleksi. “Tahun lalu ada penerimaan untuk dokter umum, yang melamar banyak termasuk salah satunya tersangka.

Tapi kami belum tahu banyak soal itu karena masih tahap seleksi. Kemudian apakah yang bersangkutan pernah praktik atau bekerja di rumah sakit mana juga kami belum mengetahui,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.