Dokumen Amdal Jalan Lingkar Utara Kota Tasik Kedaluarsa

162
0
TERKENDALA. Pembangunan Jalan Lingkar Utara masih berkutat menempuh perizinan, lantaran Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) belum dibahas Komisi Penilai Amdal Kota Tasikmalaya, Rabu (4/11).

TAWANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya mengaku sudah mengusulkan permohonan pem­bahasan do­ku­men ana­lisis dampak ling­ku­ngan (Amdal) Proyek Lingkar Utara. Se­bab, secara prinsip dokumen tersebut su­dah final atau selesai dari tahapan penyusunan.

“Nah tindaklanjutnya harus ada pembahasan Komisi Amdal. Kita sudah layangkan permohonan, Alhamdulillah saat ini Komisi Amdal sudah dimiliki Kota Tasikmalaya jadi kita dorong penyedia harus bertanggungjawab sampai selesai izin lingkungannya,” kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Tasikmalaya Sandi Lesmana di kantornya, Rabu Siang (4/11).

Pihaknya tidak bisa memprediksi berapa lama waktu proses perizinan lingkungan benar-benar terbit.

Sebab, penyedia jasa yang ia ketahui perusahaannya berasal dari Bandung sudah final tinggal menunggu pembahasan Komisi Amdal. Kala itu, yang membidangi kaitan tersebut masih dijabat Tresno.

“Setahu kami penyusunan dokumennya sampai dengan final, itu sesuai dengan kontrak. Berkaitan sidang amdal yang dilakukan komisi selesainya kapan, itu tidak bisa kita ukur,” ucap Sandi.

Dia mengharapkan ajuan penelaahan amdal terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya segera membuahkan hasil. Sebab, per pekan lalu sebelum libur cuti bersama sudah sampaikan permohonan tersebut.

Menurut Sandi, tidak ada amdal double pada penyusunan dokumen amdal. Adapun kegiatan di Tahun 2008, karena dokumennya dianggap sudah kedaluarsa, serta adanya perpanjangan trase dari semula hanya mencakup Simpang Lanud Wiriadinata sampai dengan Karangresik saja.

“Maka di Tahun 2016 dibuatlah dokumen amdal, karena ada perpanjangan trase sampai Indihiang,” tuturnya.

“Perpanjangan tersebut otomatis nantinya akan mengubah lingkungan. Meski belum ada kegiatan apa-apa ke trase lanjutan itu, dokumen disiapkan untuk mengcover secara keseluruhan,” papar Sandi melanjutkan.

Sandi memaparkan upaya yang dilaksanakan saat ini, diharapkan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Mendorong penuntasan Lingkar Utara, yang nantinya menjadi penunjang aksesibilitas Tol Bandung-Tasikmalaya.

“Kita bekerja sekemampuan, bagaimana pelayanan publik berjalan. Kalau pun pekerjaan dilaksanakan, amdalnya menyusul kan kita tempuh juga sudah jauh-jauh hari,” kata dia.

Baca juga : Publik Minta Calon Bupati Tasik & Wakilnya Bukan PHP

Di tempat yang sama, Kasi Perencanaan Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Indra Risdianto menjelaskan kala itu penyusunan Kerangka Acuan (KA) amdal Lingkar Utara memakan waktu satu tahun, dan dinasnya baru menerima dokumen tersebut di tahun 2017.

“Itu pun baru berita acara kesepakatan, buku hasil revisi KA amdalnya, baru kami terima kemarin-kemarin malah,” tuturnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.