Dollar Melejit, Petani Kopi Untung

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BAYONGBONG – Melonjaknya harga tukar dollar terhadap rupiah ternyata tidak sepenuhnya berdampak buruk pada perekonomian. Salah satu sektor usaha yang menuai untung dari kenaikan dollar yakni eksportir kopi asal Kabupaten Garut.

Kini dengan naiknya harga tukar dollar ini, penghasilan para eksportir kopi melonjak mencapai 30 persen dari biasanya.

“Memang sangat dirasakan sekali keuntungannya. Sekarang sekali panen keuntungan bersihnya itu bisa Rp 30 jutaan,” ujar Enung, salah satu eksportir kopi asal Kabupaten Garut saat dihubungi Rakyat Garut, belum lama ini.

Menurut dia, saat ini kopi Garut banyak diburu para pengusaha kopi dari berbagai penjuru dunia seperti Yunani, Korea dan Taiwan. Harga yang diberikan oleh para pengusaha kopi tersebut menyesuaikan dengan kurs dollar saat ini.

“Jadi para pembeli luar negeri itu mengikuti kurs dollar sekarang,” terangnya.

Dia mengatakan jenis kopi yang biasa di pesan pengusaha kopi di luar negeri itu yakni kopi jenis arabika atau kopi lokal biji hijau dan kuning asli Garut. Kopi ini sangat disukai masyarakat Eropa dan Asia.

“Kopi jenis ini bisa dikategorikan kopi dengan harga mewah, jadi harganya juga lumayan,” terangnya.

Untuk kopi jenis ini, kata dia, perkilonya bisa menjual 6 dollar atau setara dengan 100- Rp 120 ribu per kilo gramnya. “Nah, dengan kenaikan dollar, kita bisa menjualnya hingga 10 dollar AS atau setara dengan Rp 150 ribu per kilo gramnya,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, tambah dia, pendapatannya meningkat berkali lipat dari keuntungan sebelumnya. “Buat kami kenaikan dollar itu ada keuntungannya, karena harga kopi menjadi mahal,” pungkasnya. (yna)

loading...