Beranda Kota Tasik Dorong Bordir Dari Tasikmalaya Tembus Pasar Eropa

Dorong Bordir Dari Tasikmalaya Tembus Pasar Eropa

65
BERBAGI
KUNJUNGAN. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan berjabat tangan dengan Delegasi Jerman, Wagner Gerd dalam kunjungan ke bale kota, Kamis (15/2).

BUNGURSARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan mendorong produk industri kerajinan ke pasar Eropa sebagai follow up kegiatan Tasikmalaya Investment, Expo and Conference (TIEC) 2017. Salah satu produk yang diunggulkan adalah bordir. Hal ini terungkap dalam pertemuan pemkot dengan perwakilan lembaga dari Jerman, Kamis (15/2)

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan mengatakan ada beberapa hal yang tengah dibahas dengan salah satu lembaga di Jerman yang berkunjung Kamis ke bale kota. Di antaranya, mengenai pengembangan industri bordir, lingkungan hidup, lapangan kerja dan bandara. “Pertemuan ini sebagai tidak lanjut dari kunjungan Pemkot Tasik saat ke Jerman beberapa waktu lalu. Bahkan Jerman menyiapkan anggaran sebesar 40.000 euro untuk pengembangan bordir,” ungkapnya.

Ia menyebutkan sejumlah kegiatan sudah dilaksanakan melalui kerja sama dengan Jerman. Seperti seleksi desainer bordir andal yang nantinya dibiayai magang di Jerman. Setelah mahir, desainer ini akan mengembangkan kemampuannya di Tasikmalaya lagi untuk menjual karyanya di pasar Eropa. “Termasuk bagaimana pemasaran produknya di Eropa. Agar, produk bordir ini bisa masuk pasar Eropa, tentu harus memenuhi dulu standar di sana. Oleh sebab itu, pihak Jerman siap membantu,” tuturnya.

Menurut Ivan, di salah satu bagian negara Jerman terdapat industri bordir yang sudah luar biasa dengan teknologinya. Bahkan, bordir di Jerman tidak hanya soal produk pakaian. Tapi sudah merambah ke berbagai jenis properti. Baik rumah, dekorasi mobil ataupun lainnya. “Yang perlu diperhatikan lagi adalah apakah Tasik mampu ketika buyer (pembeli) sudah banyak. Sebab, jika itu terjadi tentu perlu banyak tenaga. Ini yang ingin mereka (pihak Jerman) lihat dari Tasik,” jelas Ivan.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi dari Jerman Wagner Gerd menuturkan selain membahas bordir, pengelolaan sampah juga menjadi pembahasan dalam kunjungan ini. Termasuk perilaku masyarakat dalam memilah sampah. “Di Jerman itu masyarakatnya sudah memilah sampah sejak dari rumah. Sehingga, industri-industri bisa memanfaatkannya dengan efektif dan efisien,” terangnya. (igi)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.