Dorong Penerapan Metode PAKEM

24
BERLATIH. Siswa SD Baiturrahman Kota Tasikmalaya sedang berlatih musik untuk acara perpisahan, Senin (15/4). Saat ini guru dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan metode PAKEM. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Dalam meningkatkan mutu pendidikan, perlu strategi pembelajaran yang baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Salah satu motode yang perlu dikembangkan yakni PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya Prof Dr H Yus Darusman Drs MSi.

“PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahamannya,” jelasnya.

Sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

Pembelajaran metode baru, kata ia, akan merangsang siswa inovatif dalam bersikap, berfikir dan bersosial. “Anak bisa mencari dan menemukan sesuatu dengan eksperimen. Sehingga dapat belajar memecahkan masalah. Selanjutnya nalar kritis siswa tumbuh,” ujar dia.

Guru pun harus mampu memadukan potensi yang ada di alam sekitar untuk bahan pembelajaran. “Sehingga siswa dapat memahami secara efektif, pembelajaran pun bisa tepat sasaran,” terangnya.

Ia menambahkan, metode PAKEM ini perlu diterapkan karena selama ini pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi peserta didik sehingga penguasaan materi bagi peserta didik kurang optimal.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Drs Diding Gusutardy MPd memaparkan, selain menerapkan metode pembelajaran PAKEM, peningkatkan mutu pendidikan harus memenuhi delapan standar nasional pendidikan.

“Delapan standar ini harus tercapai mulai dari standar isi, kompetensi lulusan, proses pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan, penilaian pendidikan, serta tenaga pendidik,” katanya.

Menurut Diding, tenaga pendidik atau guru harus mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Mereka harus sehat rohani dan jasmani, serta mampu mewujudkan visi misi dari sekolah.

“Untuk peningkatan mutu peserta didik guru harus bisa memberikan ketauladanan bagi siswa,” memaparkannya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya Prof Dr H Budy Rahmat Ir MS menjelaskan, sistem pengajaran di sekolah maupun perguruan tinggi sebaiknya tidak lagi satu arah, namun lebih bersifat dua arah, kompetitif, multidisiplin, serta produktivitas tinggi.

Selain itu, metode diskusi harus lebih banyak dihadirkan di kelas. Yang tak kalah penting pembelajaran harus mengikuti perkembangan teknologi.

“Di era teknologi ini semakin banyak media pembelajaran seperti buku elektronik (e-book), e-library maupun e-journal. Perkembangan teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri,” kata dia. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.