Dorongan ItuSebagai Doa

1113
0
Cep Zam Zam Dzulfikar Nur
Loading...

Cep Zam Zam Dzulfikar Nur, seorang birokrat di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya viral di media sosial (medsos) hendak maju sebagai kandidat calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada 2020.

Saat dikonfirmasi Radar, soal viralnya video sosialisasi dan kegiatan silaturahmi kepada masyarakat dan tokoh agama. Lelaki yang akrab disapa Cep Zam Zam mengaku tidak bermaksud mencalonkan diri sebagai kandidat di Pilkada 2020. “Kegiatan yang saya lakukan (silaturahmi ke masyarakat dan tokoh, Red) merupakan acara pesantren,” ujar Zam Zam kepada Radar, Selasa (25/6).

Menurutnya, kegiatan silaturahmi dan sosial dilaksanakan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2018. “Tujuannya untuk menjalin silaturahmi dari pesantren ke pesantren maupun dengan masyarakat,” ungkapnya.

Zam Zam sendiri merupakan pengelola Pondok Pesantren Pondok Pesantren Nurul Wafa Gunung Hideung, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, dia pun tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi kegiatan silaturahmi saya ke berbagai kalangan masyarakat dan tokoh agama, tidak ada kaitannya dengan politik. Namun lebih ingin mengenalkan pesantren,” terangnya.

Namun, kata Zam Zam, tatkala berkunjung ke daerah-daerah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dirinya merasa prihatin melihat kondisi masyarakat seperti kekurangan penerangan, sehingga membuat wilayah tersebut gelap gulita. ”Lalu saya secara pribadi, mewakili pesantren Nurul Wafa, memberikan bantuan melalui program sedekah berbentuk fasilitas penerangan sarana umum (PSU) bagi wilayah atau perkampungan yang kurang penerangan,” tuturnya.

“Alhamdulillah sudah 1.000 titik PSU yang di sedakahkan tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Saya beli dari anggaran pribadi, yang disalurkan melalui DKM, pesantren dan masyarakat,” tambahnya.

Loading...

Zam Zam, yang merupakan putra ke dua dari almarhum Pimpinan Ponpes Nurul Wafa Sukarame KH Asep Muhammad Saefulloh mengungkapkan kegiatan silaturahmi dan sosial yang dilakukannya murni panggilan jiwa. Karena dirinya memiliki prinsip sebagai seorang manusia, yang paling baik itu yakni bermanfaat bagi sesama. “Tapi jika takdir menuntun saya untuk maju dan didorong masyarakat. Saya akan mengikutinya, sebab takdir tidak tiba-tiba datang. Namun ada syareat yang dilakukan,” tuturnya.

Saat ditanya Radar, apakah ketika kunjungan ke pesantren dan masyarakat banyak yang memintanya maju di Pilkada 2020? Zam Zam mengaku hal itu sebagai sebuah keniscayaan.

“Tetapi saya anggap itu (dorongan maju, Red) sebagai doa. Karena saya pikir, semua orang pun ingin bercita-cita menjadi pemimpin,” katanya.

Pun ketika ditanya bagaimana jika ada partai politik yang melamarnya maju sebagai kandidat di Pilkada? Zam Zam menegaskan jika ditakdirkan Allah SWT harus maju di pilkada, tentunya akan berpikir berapa ratus kali. “Walaupun syareatnya sudah seperti mendekati takdir,” paparnya.

”Karena posisi saya saat ini adalah PNS aktif, kemudian masa kerja saya masih panjang. Ke pensiun itu masih 25 tahun lagi. Intinya sampai saat ini, belum ke pikir ke arah sana (nyalon). Cuma kalau dorongan banyak, dari keluarga belum berbicara ke arah sana (menanggapi dorongan jadi kandidat,Red),” tambahnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.