Dosen Unsil Bantu Petani Jamur Tasik Tingkatkan Perekonomian di Tengah Pandemi Covid-19

67
0
Petani jamur di Kabupaten Tasik yang mendapat bantuan pelatihan dari Dosen Unsil, belum lama ini. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Tim Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi (Unsil) yang tergabung dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan jurusan Pendidikan Ekonomi, kembali melakukan pengabdian membantu masyarakat meningkatkan perekonomian di tengah pandemi covid-19.

Kegiatan kali ini dengan skema ketahanan pangan, tujuannya itu membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian di tengah pandemi yang dilaksanakan selama 5 bulan mulai dari Juli sampai November.

Dalam pengabdian tersebut, dilakukannya dengan memberikan pelatihan kepada para kelompok petani jamur berada di Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Pengabdian, Welly Nores Kartadireja mengatakan, kegiatan rutin yang dilakukan dosen ini sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi meskipun dalam masa pandemi covid-19.

Jadi, menurut dia, para dosen tetap melaksanakan tugas penuh semangat dan berupaya membantu para kelompok petani jamur dari keterpurukan ekonomi yang disebabkan dari Covid.

Loading...

“Para dosen yang terlibat membantu kelompok tani jamur di Tasik semua memiliki peran masing-masing,” katanya kepada wartawan, Rabu (09/12) pagi.

“Yaitu mulai dari penyampaian, cara tanam, pemasaran dan promosi dilakukan Ai Siti Nurjamilah, Ati Sadiah, dan Fikri Hakim. Namun, petani jamur di Desa Tawangbanteng salah satu pelaku usaha yang terdampak Covid,” sambungnya.

Terang dia, para dosen tersebut telah membantu kelompok petani jamur dari keterpurukan ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19.

Karena, sejak munculnya penyebaran virus korona mereka mengaku tidak bisa bertani jamur lagi mengingat bahan baku langka seperti halnya bibit dan yang lainnya termasuk jamur hasil tani telah membusuk dan merugi.

“Adanya permasalahan itu, maka perlu diadakan pengembangan usaha bagi para petani jamur demi meningkatnya pendapatan perekonomi rumah tangga di tengah pandemi,” terangnya.

Akan tetapi, beber dia, selama ini juga perlu adanya inovasi lain agar hasil tani dapat bernilai tinggi dan meningkatkan perekonomian masyarakat dan perlunya mengadakan kegiatan PPM-PbM-KP yang melibatkan petani jamur yang ada di desa.

Menurutnya, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok petani jamur dalam mengolah hasil panen menjadi olahan yang bervariatif dan membuat pekejing menarik serta mengetahui cara memasarkan hasil olahan jamur pada masa pandemi.

Karena, metode yang dilaksanakan dalam kegiatan PBM-KP ini adalah bimbingan bertahap dan pemberian bantuan materil yang dianggap diperlukan dalam mengembangkan usaha kelompok tani jamur tersebut.

“Dalam melaksanakan kegiatan diperoleh capaian mulai dari kelompok petani jamur mengikuti kegiatan dengan antusias, para petani termotivasi akan meningkatkan dan berinovasi dalam mengolah hasil tani yakni olahan jamur,” bebernya.

Selain itu, tambah dia, para petani jamur semakin memahami konsep dan tata cara mengolah hasil panen dengan membuat bakso jamur dan krispi.

Serta, para petani mampu membuat terobosan baru dalam olahan jamur, para petani mampu menyiapkan pekejing dalam bentuk yang menarik.

“Sehingga mereka mampu meningkatkan pendapatan dengan menjual olahan jamur tidak hanya mengandalkan menjual jamur mentah segar saja,” tukasnya. (rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.