Dosen Unsil Kota Tasik Latih Warga untuk Jaga Imun Tubuh

24
0
SIMBOLIS. Ketua Tim Pelaksana PbM- SK Unsil Taskmalaya Iseu Siti Aisyah SP MKes (ketiga, kiri) menyerahkan paket bahan pembuatan minuman tradisional kepada Perwakilan Peserta PbM SK Wawa Sungkawa, Sabtu (14/11).
SIMBOLIS. Ketua Tim Pelaksana PbM- SK Unsil Taskmalaya Iseu Siti Aisyah SP MKes (ketiga, kiri) menyerahkan paket bahan pembuatan minuman tradisional kepada Perwakilan Peserta PbM SK Wawa Sungkawa, Sabtu (14/11).

TASIK – Dosen Unsil Tasikmalaya melaksanakan pengabdian bagi masyarakat skema kesehatan (PbM SK) di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (14/11).

Bentuk kegiatannya yakni pelatihan pembuatan minuman tradisional dalam rangka peningkatan imun tubuh dalam menghadapi Covid-19.

PbM-SK ini merupakan program dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) Unsil. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PbM-SK di antaranya Iseu Siti Aisyah SP MKes, Medina Almunawwaroh SMn MAk, Indi Ramadhani SE MM dan Pengki Irawan STP MSi.

Ketua Tim Pelaksana PbM-SK Iseu Siti Aisyah SP MKes mengatakan, di masa pandemi Covid-19 cara untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi minuman-minuman yang mengandung nutrisi penting seperti protein, vitamin A dan vitamin C. Salah satunya formulasi pembuatan minuman tradisional, ini mengacu pada Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom yang menyatakan bahwa ramuan jahe, kunyit dan sereh dapat mencegah penularan Covid-19 dalam tubuh.

“Berdasarkan hasil temuan tersebut kami melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pelatihan pembuatan minuman tradisional. Itu dalam rangka peningkatan imun tubuh dalam menghadapi Covid-19 di Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya,” katanya kepada Radar, Sabtu (14/11).

Sambung Iseu, ramuan minuman tradisional ini terdiri dari jahe, kunyit, temulawak, sereh dan bahan lainnya atau bahan empon-empon. Semuanya mengandung curcumin yang berfungsi mencegah terjadinya badai sitokin di dalam paru.

“Sehingga bekerja melenyapkan bakteri dan virus jahat, termasuk yang menyebabkan Covid-19,” ujarnya.

Cara pembuatan minuman tradisional ini pun tidak memerlukan waktu lama. Sebab pembuatannya pun mudah dan dapat dicoba di rumah. Bahan bakunya antara lain jahe, kunyit, sereh dan madu. Alat-alat yang digunakan kompor, panci, ember plastik, timbangan, kantong plastik, sendok makan, pengaduk, gelas plastik.

“Bahan baku minuman tradisional ini mudah didapatkan di daerah Gunungtanjung dan biasa ada di dapur rumah tangga sebagai bumbu masakan,” katanya.

Selain itu, pihaknya sudah memberikan tata cara pembuatan minuman tradisional dan manfaat-manfaatnya dalam bentuk buku panduan PbM SK. Itu semua ada di dalam goodie bag yang sudah dibagikan setiap peserta.

“Dalam pelaksanaan PbM SK ini kita memberikan 60 goodie bag kepada masyarakat. Isinya paket bahan baku minuman tradisional, buku panduan dan alat pelindung diri,” ujarnya.

Dia pun berharap dari kontribusi mitra yaitu keluarga dalam pelatihan ini dapat memiliki kemampuan dalam membuat minuman tradisional dengan baik dan benar. Dimulai dari pemilihan bahan baku hingga menjadi minuman tradisional yang baik sesuai resep yang diajarkan oleh para pelatih di lapangan.

“Semoga adanya partisipasi aktif para peserta pelatihan dalam menggalakkan minuman tradisional, bisa secara rutin mengonsumsi pada pagi, siang dan malam,” katanya.

Ke depannya, dia menyarankan agar dapat dikembangkan sebagai usaha bisnis dalam memanfaatkan potensi Desa Tanjungsari Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya.

“Ketika minuman tradisional sudah menjadi kebiasaan baru di Desa Tanjungsari ini nantinya bisa ditularkan dengan memproduksinya sebagai pendapatan keluarga. Bisa potensial menjadi peluang usaha dengan membuat kafe minuman tradisional,” ujarnya.

Perwakilan Peserta PbM SK sekaligus Kepala Dusun Lengkong Desa Tanjungsari Wawa Sungkawa menyampaikan, melalui pelatihan pembuatan minuman tradisional dapat menjadi solusi pencegahan penyebaran Covid-19 di desanya, karena ampuh untuk meningkatkan status imun tubuh.

“Pengabdian dari Unsil sangat membantu memberikan pengetahuan kepada masyarakat cara pencegahan dari Covid-19 dengan minuman tradisional. Ternyata bahan tersebut tersedia melimpah di sekitar rumah kita,” katanya.

Ia menyebutkan ada 45 orang yang mengikuti pelatihan pembuatan minuman tradisional tersebut. Diharapkan ilmu yang didapat terus diamalkan untuk menjaga ketahanan kesehatan keluarga dan bermanfaat untuk masyarakat umum. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.