Dosen Unsil Latih Warga Purbaratu Kota Tasik Budidaya Ikan dalam Ember & Aquaponik

55
0
ISTIMEWA PELATIHAN. Tim Pelaksana PbM KP Unsil foto bersama pengurus dan santri Pesantren Al-Muttaqin Purbaratu Kota Tasikmalaya usai pelatihan budidaya ikan lele dan sayuran secara aquaponik, Kamis (12/11).

TASIK – Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat skema ketahanan pangan (PbM-KP) di Pesantren Al-Muttaqin Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, 24 Oktober sampai 14 November 2020.

Bentuk kegiatannya yakni pelatihan budidaya ikan lele dan sayuran secara aquaponik atau budidaya ikan dalam ember (budikdamber).

Tujuan kegiatan PbM-KP ini sebagai solusi pemenuhan kebutuhan protein dan sayuran di saat pandemi Covid-19 untuk santri.

Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana PbM KP Unsil yaitu Drs Suharsono MPd dan Egi Nuryadin SPd MSi. Lalu dibantu mahasiswa antara lain Muhammad Nizar, Dika Kurniawan dan Nisa Shalihat.

Program pengabdian ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) Unsil.

Baca juga : Pelipat Suara di Kabupaten Tasik Ditertibkan, Ini Sebabnya..

Ketua Tim Pelaksana PbM-KP Unsil Drs Suharsono MPd mengatakan, di masa pandemi Covid-19 pihaknya telah mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya asupan nutrisi makanan yang bergizi yaitu protein dan sayuran di Pesantren Al-Muttaqin.

Tujuannya santri bisa menjaga daya tahan tubuh serta meningkatkan pengetahuan pencegahan dan bahaya Covid-19.

“Pesantren menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini. Santri memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya ikan lele dan sayuran secara aquaponik (budikdamber) sebagai solusi pemenuhan kebutuhan protein dan sayuran di saat pandemi Covid-19,” katanya kepada Radar, Kamis (19/11)
Dalam hal ini, sambungnya, penting bagi santri untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak terinfeksi virus Covid-19.

Melalui pelatihan budidaya ikan lele dan sayuran, santri dapat menghasilkan sumber makanan protein dan sayuran secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami melakukan pelatihan kepada santri agar bisa melakukan budikdamber. Semuanya ada 25 tempat budikdamber yang masing-masing diisi 100 benih ikan lele,” ujarnya
Lalu, agar rangkaian kegiatan tersebut bisa tercapai sesuai target yang ditetapkan. Pihaknya menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan langsung.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini santri diberikan penyuluhan mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi di tengah pandemi Covid-19, Sehingga santri menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan,” katanya.

Ketua Yayasan Al Muttaqin Ustaz Amang Apid menyampaikan, peran pengabdian dosen Unsil ini sangat penting untuk kemandirian pangan pesantren di tengah pandemi Covid-19.

Sehingga santri di pesantren Al-Muttaqin mampu dan terampil memanfaatkan lahan sekitar pesantren untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari terutama protein dan sayuran.

“Keterampilan yang diberikan dosen Unsil untuk santri yakni budidaya ikan lele dan sayuran secara budikdamber. Semoga bisa memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari terutama protein dan sayuran di pesantren Al-Muttaqin,” ujarnya. Setelah memperoleh keterampilan tersebut, nanti santri bisa melakukan pemberdayaan budidaya ikan lele dan sayuran lebih profesional. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.