Dosen Unsil Wujudkan Desa Karangmekar Karangnunggal Tasik Mapan

80
0
PENGABDIAN. Ketua PbM-KP Unsil Redi Hermanto MPd (tengah), tim pengabdian bersama warga Kampung Rancakelapa Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menyukseskan program pemanfaatan pekarangan rumah untuk mewujudkan keluarga mandiri pangan (mapan) di tengah Covid-19. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
PENGABDIAN. Ketua PbM-KP Unsil Redi Hermanto MPd (tengah), tim pengabdian bersama warga Kampung Rancakelapa Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya menyukseskan program pemanfaatan pekarangan rumah untuk mewujudkan keluarga mandiri pangan (mapan) di tengah Covid-19. Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Dosen Matematika Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan pengabdian bagi masyarakat skema ketahanan pangan (PbM-KP) di RT 05 B/ RW 05 Kampung Rancakelapa Desa Karangmekar Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (19/9).

Kegiatan yang akan berlangsung mulai September hingga November 2020 ini mengusung tema Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Mewujudkan Keluarga Mandiri Pangan (Mapan).

Ketua PbM-KP Unsil Redi Hermanto MPd mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini penting untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, sehingga masyarakat bisa bertahan dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sehari-hari.

Maka ia dan rekan dosen lainnya tergerak melakukan pengabdian kepada masyarakat mengenai optimalisasi lahan pekarangan rumah agar dijadikan sumber pemenuhan kebutuhan keluarga.

“Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran bahwa area pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan pangan keluarga. Jadi tanam apa yang bisa dimakan, sehingga bisa makan apa yang ditanam,” katanya kepada Radar, Sabtu (19/9).

Untuk meningkatkan potensi itu, lanjut Redi, kelompoknya pun memberikan bantuan peralatan ember plastik, pupuk, media tanam, benih ikan lele, sorgum, kangkung, cabai, pokcoy, tomat dan lainnya.

“Bantuan alat dan bahan ini untuk mendorong warga agar mampu budidaya ikan lele pada ember (budikdamber). Selain itu, kami pun berikan penyuluhan menanam sorgum atau alternatif beras dengan media polybag,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan oleh ia dan rekan lainnya yakni Satya Santika MPd, Ike Natalliasari MPd, Eva Mulyani MPd dan Muhamad Lutfi. Para dosen ini melakukan pendampingan kepada warga dalam budidaya pangan yang meliputi asupan karbohidrat, protein dan hijauan atau KPH, sehingga minimal memenuhi kebutuhan keluarga ataupun bisa dikembangkan lebih lanjut.

“Ketika berhasil menjadi Kampung Ketahanan Pangan, tinggal ditularkan ke kampung-kampung lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, agar capaian target berhasil pihaknya pun melakukan pendampingan dan evaluasi. Jadi pada tahap ini, pengusul beserta mitra yang terlibat dalam program PbM-KP ini melihat kemajuan setiap keluarga dalam budidaya ikan dan tanaman. Jadi akan selalu dimonitoring.

“Setiap minggu dicek perkembangannya agar kendala-kendala yang dihadapi langsung dicarikan solusinya. Sehingga program ini benar-benar memberikan ketahanan pangan di saat Covid-19,” ujarnya.

Ketua RT 05 B/ RW 05 Tarmidin Kampung Rancakelapa Desa Karangmekar menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat dari Unsil ini karena mampu memberikan pengalaman langsung untuk mengatasi masalah kesulitan pangan di daerahnya.

“Dengan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan, diharapkan mampu mewujudkan keluarga mandiri di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Lanjutnya, kegiatan ini diikuti perwakilan 15 kartu keluarga (KK) sehingga jadi percontohan program mandiri pangan.

“Semoga hasilnya tidak mengecewakan, bisa memenuhi kebutuhan sendiri bahkan hasil panen bisa dijual ke pasar,” harapnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.