REI Tunggu Kepastian Kuota Rumah Subsidi

DP Ringan Belum Jadi Solusi

93
0
istimewa SIAP HUNI. Rumah tipe 36 di Pelangi Residence Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya. Saat ini pengembang yang tergabung di REI menunggu kepastian kuota pembiayaan rumah subsidi.

TASIK –  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengubah persyaratan uang muka rumah subsidi dari minimal lima persen menjadi satu persen. Namun kebijakan tersebut belum menjadi angin segar bagi pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Priangan Timur.

Menurut Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Priangan Timur H Indra Suhendra mengatakan, uang muka murah itu harusnya ditentukan oleh pemerintah setelah diterbitkannya jumlah kuota pembiayaan rumah subsidi. “Kuota saja belum ada kepastian, sudah ada kebijakan baru. Karena permasalahan keterbatasan kuota ini pengembang di Tasik beberapa bulan ini tiarap, tidak bisa melakukan akad kredit rumah subsidi,” tutur dia.

Tambahnya, inti dari kebijakan itu bermuara kepada kuota subsidi yang diberikan. Indra menilai uang muka murah itu hanya kebijakan turunan. “Percuma penurunan uang muka yang awalnya 5 persen menjadi 1 persen, toh kuotanya belum ada. Dan itu tidak mungkin terjadi, karena perbankan akan berpikir panjang mengenai masalah ini,” jelas Indra. Di samping itu perbankan saat ini mendapatkan tekanan berat untuk mengendalikan jumlah kredit macet.

“Apalagi saat ini perekonomian kurang bagus. Termasuk tahun ini capaian ekonominya kalau tidak salah hanya 5 persen saja. Namun hasil penelitian independen hanya 4 persen,” kata dia.

Selama ini, sambungnya, pengembang di Tasikmalaya masih menunggu kepastian kuota rumah subsidi untuk tahun depan. “Saya harap ada kepastian dulu kuota sebelum menggulirkan program uang muka ringan,” katanya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.