DPMPTSP Kabupaten Tasik Akan Pasang PSU di 200 Titik

882
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi Penerangan Sarana Umum/ Net

SINGAPARNA – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tasikmalaya akan memasang lampu Penerangan Sarana Umum (PSU) untuk dipasang di 200 titik, di akhir tahun 2020.

“Insya Allah rencananya Desember mendatang ada 200 titik PSU yang akan dipasang se-Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah utara, selatan, barat dan timur,” ujar Cahyono Rahman, Kabid Penanaman Modal dan ESDM (Energi dan Sumberdaya Mineral) pada DPMPTSP Kabupaten Tasik kepada Radar, Jum’at (20/11).

Cahyono mengatakan, rencana PSU akan dipasang di empat wilayah secara merata.

Diantaranya wilayah Tasik Utara, Selatan, Timur dan Barat. Satu wilayah diberi 50 PSU untuk di pasang di titik yang telah ditentukan.

Diutamakan untuk penerangan sarana masjid, madrasah, lapang, pemakaman umum dan sarana umum lainnya.

Program pemasangan lampu untuk sarana umum ini sendiri telah dimasukan dalam APBD perubahan tahun 2020 dengan besaran mencapai ratusan juta.
Penerangan sarana umum itu tidak bisa dilakukan dalam jumlah yang banyak, mengingat anggaran yang dimiliki daerah itu sangat terbatas.

“Keinginannya semua mendapatkan, minimal satu desa bisa mendapatkan satu PSU. Mudah-mudahan tahun depan anggaran untuk bantuan PSU ini bisa bertambah,” ungkapnya.

Cahyono menyebutkan, bantuan PSU ini diharapkan bisa membantu masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dalam beraktivitas.

Pasalnya tidak semua titik terpasang penerangan sarana umum. Untuk itu pihaknya berupaya membantu masyarakat agar setidaknya dapat menikmati penerangan di tempat sarana umum untuk berbagai keperluan.

Ketika nanti setelah dipasang, Cahyono meminta, agar masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas yang diberikan pemerintah tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Tidak melakukan perbuatan vandalisme dengan merusak lampu-lampu penerangan jalan.

“Saya harap penerangan sarana umum yang nantinya telah terpasang dapat dipelihara oleh masyarakat masing-masing kecamatan bahkan desa. Pasalnya untuk pengadaannya memakan biaya yang cukup besar,” kata Cahyono menambahkan.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.