DPP Partai Golkar Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil

284
0
HENDRA EKA / JAWA POS AMBIL SIKAP. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (kanan) saat menerima Ketua DPD I Golkar Jawa Timur Nyono Suharli di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/12).

Ubah Konstalasi, PPP Diprediksi Ikuti Jejak Beringin

Dukungan Partai Golongan Karya untuk pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat hanya berumur pendek. Setelah menggelar deklarasi besar-besaran demi mendukung Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil–, DPP Partai Golkar kemarin mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk mencabut dukungan tersebut.

Keputusan itu tertuang dalam SK Nomor R 552/Golkar/XII/2017 bertanggal 17 Desember 2017. Surat dengan tanda tangan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham itu memutuskan pencabutan SK Nomor R 485/Golkar/X/2017 terkait pencalonan Ridwan Kamil sebagai cagub dan anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Golkar Daniel Mutaqien sebagai cawagub.
Pertimbangan surat itu merujuk kepada surat DPD Golkar Jabar bernomor B-116/Golkar/XII/2017 bertanggal 16 Desember 2017 terkait perkembangan terkini pilgub Jabar. Dijelaskan bahwa DPP telah meminta Emil untuk bisa segera menetapkan Daniel sebagai cawagub pendamping selambat-lambatnya pada 25 November 2017. Namun, hingga melewati batas itu, yakni Desember, belum ada keputusan yang diambil Emil. ’’Dalam rangka menjaga marwah dan kehormatan partai, Partai Golkar memutuskan mencabut surat nomor R 485/Golkar/X/2017,’’ bunyi surat tersebut.
Dimintai konfirmasi terkait surat itu, Idrus Marham memberikan bantahan. Menurut dia, hingga saat ini DPP Partai Golkar tidak mengeluarkan pencabutan rekomendasi untuk pilkada mana pun. ’’Keputusan Partai Golkar tentang pilkada adalah institusional.
Keputusan institusional tidak berubah saat ada pergantian kepemimpinan,’’ kata Idrus.
Namun, pernyataan berbeda disampaikan Wakil Sekjen Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Ratu Dian Hatifah. Ratu membenarkan adanya surat itu meski belum disampaikan kepada pihak terkait. ’’Belum dipublikasikan, masih internal. Sudah ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen,’’ kata Ratu.
Adanya surat itu juga dibenarkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Mq Iswara. ’’Ya, surat itu betul. Kami terima dari wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Kami terima surat tersebut tadi sore (kemarin, Red),’’ ujarnya kepada Jabar Ekspres (Jawa Pos Group) kemarin (17/12).
Keputusan itu, lanjut Iswara, keluar setelah DPP melaksanakan rapat pleno dan rapat persiapan musyawarah luar biasa kemarin (17/12). Iswara juga mengatakan bahwa alasan pencabutan rekomendasi untuk Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien adalah Ridwan belum juga memutuskan nama bakal calon wakil gubernur Jawa Barat untuk mendampinginya.
Bila mengurai dampak dari pencabutan SK tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi (Demul) diindikasikan akan mencalonkan diri. Iswara pun tidak membantah itu. Meskipun, hal tersebut merupakan kewenangan DPP. ’’Jika melihat fakta yang ada, besar kemungkinan Dedi Mulyadi akan diusung oleh DPD dan DPP,’’ paparnya.
Arah koalisi Partai Golkar untuk pilgub Jabar diperkirakan juga berubah. Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Ade Barkah mengungkapkan, komunikasi dengan PDIP Jabar sudah cukup lama dan berjalan baik. Peluang berkoalisi dengan paket Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur dan kader PDIP yang akan menjadi wakil gubernur sangat mungkin terjadi ’’Koalisi dengan PDIP. Meski begitu, Partai Golkar akan terus melakukan komunikasi dengan partai yang lain,’’ terang pria yang juga wakil ketua DPRD Jabar itu.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto memastikan akan ada perombakan pengurus. Politikus yang menggantikan Setya Novanto melalui rapat pleno itu menyebutkan bahwa perombakan dilakukan untuk revitalisasi demi mencapai target-target di tahun politik.
Janji itu dilontarkan Airlangga setelah memimpin rapat pleno DPP Partai Golkar di Jakarta kemarin (17/12). Dia menyatakan, jika Golkar ingin bangkit, tentu sasarannya adalah memenangi pemilihan kepala daerah serentak 2018, pemilu legislatif, dan Pemilu Presiden 2019. Karena itu, Golkar secara bertahap harus bisa bangkit dengan memanfaatkan setiap momen politik tersebut. ’’Kami konsentrasi di pilkada lebih dulu,’’ kata Airlangga.
Untuk mencapai itu, Airlangga menilai harus ada komitmen kuat dari setiap pengurus dan kader Partai Golkar. Bila memungkinkan, diperlukan sosok kader dalam kepengurusan yang dinilai mampu mewujudkan itu. ’’Jadi, revitalisasi pengurus kalau ada, tujuannya untuk pemilu,’’ kata menteri perindustrian itu.
Dia juga memastikan bahwa revitalisasi dilakukan dengan cepat. Sebab, setelah munaslub nanti, Golkar harus segera berlari mengejar ketertinggalan dari partai lain untuk mempersiapkan agenda-agenda politik. ’’Ini bukan lagi business as usual, waktunya kurang dari dua tahun. Istilahnya sekarang Golkar sudah siaga tiga,’’ ujarnya menegaskan.
Bisa Ikuti Jejak Golkar
Setelah Partai Golkar dikabarkan mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil, kini giliran Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai melakukan evaluasi dukungan politnya untuk pemilihan gubernur Jawa Barat (Jabar) 2018.  “Mencermati dinamika politik yang berkembang di Jawa Barat, PPP terbuka peluang mengevaluasi pencalonan Ridwan Kamil,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi melalui pesan singkatnya pada JawaPos.com, Minggu (17/12).
Alasannya, kata Baidowi, Ridwan Kamil belum menunjukkan itikad baik dalam memenuhi komitmen dengan PPP, terkait posisi calon wakil gubernur (cawagub) yang harusnya menjadi jatah partai berlambang Kabah itu.  Pria yang akrab disapa Awiek itu mengingatkan, dari awal sudah disampaikan sejak awal bahwa, plot PPP di posisi cawagub Ridwan Kamil.
Namun kemudian, Wali Kota yang akrab disapa Kang Emil malah sengaja membuat langkah konvensi yang PPP duga bagian untuk menghindar dari pembicaraan awal.  “Karena itu, kami mengingatkan kembali saudara Ridwan Kamil terkait pembicaraan terdahulu,” tegas anak buah Romahurmuziy (Romy) itu.
Saat ini, lanjut Awiek, Tim Pemenangan Pilkada DPP PPP sudah melakukaninformal meeting terkait pilkada. Salah satunya membahas pilgub Jabar karena ada aspirasi dan keluhan serta keberatan dari kader akar rumput yang mulai kecewa dengan manuver Kang Emil.  “Hal ini harus menjadi bahan introspeksi diri bagi Ridwan Kamil agar pencalonannya di pilgub Jabar bisa mulus,” pungkasnya. (bay/c19/fat/dna/JPC)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.