DPR Minta Organisasi dan Individual Diproses Hukum

16

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Aksi pembakaran bendera tauhid dilakukan oleh Barisan Serbaguna Nahdatul Ulama (Banser) pada perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10) lalu. Aksi tersebut langsung mendapat respon serius dari umat Islam.

Bahkan, respon umat Islam terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu langsung membanjiri laman-laman media sosial. Respon ini pun dipastikan akan mengganggu keamanan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengakui prihatin dengan sikap oknum-oknum yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid di perayaan HSN kemain.

“Saya kira ini jelas satu hal yang sangat kita sayangkan. Tentu harus kita kecam pembakaran terhadap bendera yang berkalimat tauhid,” kata Fadli Zon di Gedung DPR RI, Selasa (23/10).

Menurut Fadli, alasan pelaku dan pimpinan salah satu organisasi tersebut membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid itu karena milik organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan oleh Pemerintah beberapa waktu lalu.

Aksi pembakaran bendera tauhid ini harus diproses secara terbuka. Tujuannya , agar motif dari pembakaran bendera tauhid itu diketahui, apakah karena kebodohan, kesengajaan atau ketidaktahuan pelaku.

“Orang bisa berpolemik apakah itu bendera HTI. Yang jelas dalam bendera itu ada kalimat tauhid, yang kalau saya secara pribadi melihat itu adalah bendera berkalimat tauhid bukan HTI. Saya kira orang yang mengerti sejarah, itu bukan bendera HTI dan itu bendera Rasullulah. Sehingga kalau ada yang melakukan itu harus diperiksa. Ini melakukan dengan satu kesengajaan, kebodohannya atau ketidaktahuannya,” papar Fadli.

Dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, aksi tidak terpuji itu dapat memicu konflik di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas, karena motifnya sudah lebih pada penistaan agama.

“Ini akan memicu konflik-konflik yang membahayakan, karena itu saya kira aparat hukum harus segera menindak yang melakukan ini. Karena saya kira ini merupakan satu yang bisa mengarah pada dugaan penistaan agama,” ucapnya.

“Inilah yang memecah belah bangsa. Yang memecah belah persatuan, karena orang mengambil langkah-langkah yang salah dalam urusan yang merupakan hak dari setiap orang, untuk mempercayai agama dan keyakinan,” sambung Fadli.

Terkait dengan sikap organisasi yang menaungi para pelaku pembakaran, Fadli menyerahkan semuanya kepada aparat kepolisian.

“Ya kita serahkan pada aparat, apakah itu tindakan organisasi tindakan individual, tindakan oknum. Saya kira harus ada proses hukum terhadap itu untuk meredam. Kalau tidak, ini bahayanya orang bisa melakukan penghakiman sendiri,” jelasnya.

Teerpisah, anggota Komisi III DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi meminta agar aksi pembakaran bendera tauhid ini mendapat perhatian khusus dari aparat kepolisian Polda Jawa Barat, agar keamanan di wilayah Garut dan Jawa Barat secara keseluruhan tetap kondusif.

“Polri harus berperan aktif dalam menjaga keamanan di Garut maupun Jawa Barat. Aturan hukum harus di tegakkan, jangan sampai nanti masyarakat melihat ada pembiaran, kemudian mereka melakukan tindakan sendiri,” pintanya.

Pasalnya, kecaman dari berbagai pihak sudah tak bisa dibendung, hingga ditakutkan terjadi kesalah-pahaman atau aksi main hakim sendiri dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan aksi tidak terpuji tersebut.

“Telah banyak berdar video kecaman atas pembakaran bendera tauhid tersebut. Pada umumnya mereka tersinggung dengan pelecehan yang dilakukan terhadap bendera tauhid tersebut.  Jangan sampai kekecewaan seperti ini nanti melebar. Oleh karenanya Polres Garut dan Polda Jabar harus mengantisipasi situasi ini dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyarankan agar umat Islam Indonesia yang tersinggung dengan sikap beberapa oknum Banser yang membakar bendera tauhid untuk menyerahkan semua proses hokum kepada aparat kepolisian.

“Saya mendengar sudah ditangani oleh pihak berwajib, dan serahkan pada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini,” harap Ketua DPR.

Diketahui, pasca aksi pembakaran bendera tauhid di perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10) kemarin viral di media social, aparat keamana dari TNI/Polri langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan para pelaku pembakaran.

Saat ini, tiga pelaku pembakaran bendera tauhid sudah diproses oleh aparat kepolisian.

(RBA/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.