DPRD Evaluasi Persoalan Revitalisasi Pasar Pancasila

136
0

INDIHIANG – Kegagalan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya dalam menangani penolakan pedagang Pasar Pancasila atas perbaikan kios-kios menjadi bahan evaluasi DPRD.

“Ada tiga pasar yang akan direvitalisasi yaitu Cibeuti, Indihiang dan Pancasila. Kedua pasar lainnya sudah oke. Kecuali Pancasila yang justru ditolak pedagang sendiri,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam usai menghadiri rapat kerja dengan Dinas KUMKM Perindag dan PD Pasar Resik di Ruang Badan Musyawarah (Banmus), Senin (21/5).

Dia merinci beberapa alasan pedagang menolak revitalisasi. Mulai dari ketersediaan kios ketika direvitalisasi. Lalu penurunan tipe dari B menjadi tipe C kaitan dengan anggaran. Serta adanya memorandum of understanding (MoU) antara PD Pasar Resik dengan pihak ketiga. “Ketersediaan kios jika direvitalisasi itu sekitar 200 kios. Sementara di lapangan ada sekitar 309 kios di Pasar Pancasila. Ini yang menjadi kekhawatiran memicu ketidakharmonisan antarpedagang,” jelas dia.

Untuk MoU, kata dia, perlu dievaluasi. Sebab ada klausul yang dapat merugikan pedagang sekaligus pemerintah. “Kerja sama itu kan pada intinya harus saling menguntungkan bukan malah sebaliknya. Dulu sempat dilayangkan evaluasi kembali terkait MoU yang sudah dibangun kepada pihak ketiga, namun belum ada balasan,” papar politisi PKS itu.

Perwakilan pihak ketiga, Alvin mengatakan hasil pertemuan dengan Komisi II itu akan dibahas terlebih dahulu dengan pihak perusahaan.”Nanti saya infokan dahulu dengan Pak Amas. Paling baru ada gambaran pada Rabu setelah beliau pulang dari Bandung,” tuturnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.