DPRD Garut Sarankan Pemkab-PKL Duduk Bersama

72
0
Yuda Puja Turnawan. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Komisi I DPRD Garut mengapresiasi tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan.

“Ini langkah bagus. Kami apresiasi. Kawasan pengkolan ini pusat perekonomian di perkotaan Garut, jadi harus rapi,” ujar Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Garut Yuda Puja Turnawan kepada wartawan Selasa (16/7).

Tetapi, dia meminta penertiban PKL dan parkir liar di kawasan pengkolan jangan hanya sebatas pencitraan. Tetapi harus dilakukan tegas dan berkelanjutan. Sehingga pusat perbelanjaan menjadi bagus dan tertata. “Jangan hanya sekali ini saja, tetapi harus dilakukan supaya pedagang dan parkir liar tidak kembali lagi,” katanya.

Khusus dalam penertiban PKL, pihaknya meminta kepada pemerintah kabupaten tidak diskriminatif dalam melakukan penertiban. Pihaknya melihat penertiban PKL sifatnya tidak menyeluruh, hanya sebagian pedagang saja. “Sekarang baru di Pengkolan saja yang ditertibkan,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya meminta pemerintah kabupaten duduk bersama dengan para PKL yang ada di beberapa jalan di pusat perkotaan Garut untuk mencari solusi. Hal itu dilakukan supaya para PKL maupun petugas parkir tidak kembali beraktivitas di zona terlarang. “Kan ada tim penataan PKL yang sudah dibentuk. Ajak beruding mereka untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Dia pun menyoroti tim penataan PKL. Dia menilai tim tersebut tidak melakukan fungsinya. “Sekarang gedung PKL sudah dibangun, tetapi tidak diisi. Karena tidak sesuai dengan keinginan PKL. Coba kalau pembangunan gedung itu PKL juga dilibatkan, tidak akan seperti ini,” katanya.

Selain masalah itu, kata dia, ada kebijakan pemerintah yang malah membuat kecemburuan bagi PKL, yakni ada kelompok PKL mendapat bantuan gerobak. “Jadi kontraproduktif akhirnya. Gedung PKL dibangun, tapi kasih gerobak juga,” ujarnya.

Ia menyarankan agar penataan PKL difokuskan pada satu solusi. Selain itu harus menyentuh semua PKL. Tak bisa hanya sebagian PKL saja. “Kalau sebagian kayak sekarang, pasti ada yang cemburu. Cuma membersihkan PKL di Pengkolan dan menambah masalah baru untuk lokasi lain,” katanya.

Ada dua pilihan yang bisa dilakukan. Pertama relokasi permanen ke Gedung PKL untuk seluruh PKL. Kedua dengan revitalisasi di tempat. “DPRD selama ini minta salah satu opsi untuk diambil. Kalau tak ada yang dipilih, Gedung PKL akan sia-sia,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku tidak akan memberi ruang kepada PKL dan parkir liar beroperasi di wilayah Pengkolan atau Jalan Ahmad Yani. Karena daerah tersebut akan dijadikan kawasan tertib lalu lintas (KTL) sehingga lokasinya harus tertata. “Lokasi sudah disiapkan, sekarang tinggal diisi saja. Kami akan perbaiki kalau gedung itu ada kerusakan,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.