Bupati Dinilai Gagal Menjalankan Program

DPRD Kabupaten Garut Siapkan Hak Interpelasi

94
AUDIENSI. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat melakukan audiensi dengan massa aksi dari KMB di Gedung DPRD Kabupaten Garut Rabu (26/12).

TAROGONG KIDUL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut siap menjalankan hak interpelasi terhadap kebijakan Bupati Garut H Rudy Gunawan yang dinilai gagal.

Hak interpelasi dilakukan setelah ada desakan dari Koalisi Masyarakat Bersatu (KMB) Kabupaten Garut dan disetujui delapan fraksi, yakni Fraksi Partai Golongan Karya, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PDIP, Fraksi PAN dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Kami sepakat akan menggunakan hak interpelasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan perundang-undangan,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Garut Ade Ginanjar SSos saat audensi dengan KMB di Gedung DPRD Garut Rabu (26/12).

Meski ada dua fraksi yang tidak hadir dalam menyetujui hak interpelasi, yakni Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra, tetapi keputusan tidak ada masalah. “Nanti kita sampaikan kepada dua fraksi yang tidak hadir terkait hak interpelasi ini,” terangnya.

Selanjutnya, dia akan melakukan rapat pimpinan untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut. “Kami akan buat panitia kerja (panja) dan akan memanggil bupati juga,” katanya.

Ade menerangkan hak interpelasi merupakan hak yang dimiliki DPRD untuk meminta keterangan kepada pemerintah terkait kebijakan yang dikeluarkan, dalam hal ini Pemerintah Pemkab Garut.

Hak itu dikeluarkan, kata dia, karena adanya desakan dari KMB yang menganggap bupati Garut mempunyai beberapa rapor merah dalam kinerja periode pertamanya.

Bupati Garut Rudy Gunawan siap menjelaskan terkait rapor merah yang digaungkan oleh KMB. “Ya, saya siap dan menyerahkan pada DPRD. Itu hak DPRD menggunakan haknya,” ungkapnya.

Rudy mengakui telah gagal menjalankan program Amazing Garut yang selama ini menjadi unggulan Kabupaten Garut. “Saya mengaku program Amazing gagal. Salah satunya pembangunan dua gedung PKL. Ya kami gagal,” akunya.

Terpisah, Humas KMB Yudi Setia Kurniawan meminta DPRD Garut mengajukan hak interpelasi karena pihaknya menilai bupati gagal selama lima tahun bekerja.

“Kami temukan banyak kegagalan dalam program Amazing-nya, yakni pembangunan mangkrak, salah satu contoh SOR Basket Ciateul dan Art Center,” ucapnya.

Melihat kegagalan itu, pihaknya melakukan aksi dan mendesak DPRD bekerja untuk meminta pertanggungjawaban bupati. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.