DPRD Kabupaten Tasik Minta Tempat Khusus untuk Tim Medis Corona

169
0
KUNJUNGAN. Wakil Ketua DPRD Cecep Nurul Yakin mengunjungi RSUD SMC untuk meninjau penanganan dan pencegahan Covid-19, Jumat (3/4). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya melakukan kunjungan kerja ke RSUD SMC untuk memantau soal penanganan Covid-19, Jumat (3/4).

“Tentu kami cukup optimis, secara umum SOP yang ada di SMC ini sudah berjalan seperti yang seharusnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin kepada wartawan, kemarin. Kata dia, ada beberapa poin yang menjadi perhatiannya.

Baca juga : Cerita Mobil Patroli Polsek Ciawi Tasik yang Kerap Jadi Ambulance

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyediakan tempat istirahat bagi dokter dan perawat RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, khususnya yang menangani pasien PDP corona. “Nanti kita akan mendorong pemerintah daerah menyediakan tempat peristirahatan bagi mereka (dokter dan tenaga medis). Tempatnya bisa saja di wisma atau hotel-hotel yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” katanya, menjelaskan.

SINGAPARNA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyerahkan 20 alat pelindung diri (APD) dan 25 liter cairan disinfektan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam upaya pencegahan penyebaran dan penanganan virus corona, Jumat (3/4). Bantuan APD tersebut rencananya akan disalurkan kepada petugas medis di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya untuk dipergunakan dalam penanganan pasien dengan gejala Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen mengatakan, bantuan APD dari OJK ini berupa penutup kepala dan kacamata dan 25 liter cairan disinfektan. “Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada kami oleh perwakilan OJK Tasikmalaya.

Loading...

Kita akan sebarkan kepada petugas medis di puskemas. Khawatir nanti ada pasien dengan gejala Covid-19 atau pasien dalam pengawasan (PDP),” ujar Zen kepada wartawan, kemarin. Zen menambahkan bantuan APD ini sangat dibutuhkan oleh petugas medis, termasuk petugas ambulans antar jemput yang harus dilengkapi juga supaya terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Kita sangat terbantu, sekalipun pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk APD ini dalam rangka pencegahan penyebaran Covid19 di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya, menambahkan. Kepala OJK Tasikmalaya Edi Ganda Permana mengatakan, bantuan APD dan disinfektan tersebut diberikan sebagai bentuk partisipasi dan rasa kemanusiaan dari OJK khususnya Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) dalam pencegahan virus corona.

“Alhamdulillah kita sudah berikan kepada pemerintah Kota/Kabupaten Tasikmalaya peralatan tersebut untuk digunakan dalam penanganan Covid-19. Mudah-mudahan bermanfaat,” ujarnya. Menurut Edi, anggaran untuk pembelian APD dan disinfektan tersebut terkumpul dari temanteman yang tergabung dalam FKIJK, seperti OJK, perbankan, BPR, perusahaan leasing, Taspen, BPJS dan industri keuangan lainnya.

“Jadi sifatnya mandiri, swadaya iuran untuk mengumpulkan dana membeli APD dan disinfektan ini. Bantuan ini muncul dari kesadaran kita untuk ikut membantu pemerintah dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar dia. Rencananya untuk tahap kedua, tambah Edi, bantuan APD dan disinfektan ini akan kembali disalurkan kepada pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur lainnya seperti Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

(dik) OJK Serahkan Bantuan APD DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA  BANTUAN. Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Zen menerima bantuan APD dari OJK Tasikmalaya, Jumat (3/4). Honor Pengawas Belum Cair “Untuk kekurangan anggaran bagi honor PKD, kami sudah bahas dan akan diupayakan dicairkan April ini.

Intinya dengan penundaan tahapan pilkada serentak ini, dana hibah kepada penyelenggara pemilu dihentikan. Adapun untuk honor PKD diupayakan akan dicairkan, karena mereka sudah bekerja, sebelum tahapan ditunda akhir Maret ini,” jelas Zen.

(dik) Warga yang Pingsan Dinyatakan ODP Harus Ada Tempat Khusus untuk Tenaga Medis Kata Cecep, tempat istirahat khusus bagi para tenaga medis sangat penting.

Baca juga : HDCI Tasik Berikan Ratusan APD untuk Tenaga Medis Corona

Karena mereka sudah benar-benar lelah bekerja menangani wabah ini. Sementara ketika mereka akan pulang ada rasa kekhawatiran takut membawa virus dan menularkan kepada keluarganya. “Soal anggaran sudah memberikan dukungan penuh. Maka dari itu, betul-betul anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Di antaranya APD, masker dan konsumsi harus banyak. Tenaga medis itu biasanya 2 kali sehari, sekarang 3 kali sehari. Ditambah vitamin untuk daya tahan tubuh,” kata Cecep. “Minggu depan harus segera ditetapkan soal anggaran, jangan lama-lama. Karena urusan seperti ini harus tak bisa disamakan pada kondisi normal. Prinsipnya kita mendukung anggaran penanganan Covid-19,” katanya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.