DPRD Kabupaten Tasik Nilai Penggunaan Dana Covid-19 Kurang Transfaran

137
0
Hasil Reportase Radar Tasikmalaya

BEBERAPA fraksi di DPRD Kabupaten Tasikmalaya masih menilai pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 belum transparan.

Seperti yang diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya Drs Ending Sunaryo MM.

Baca juga : Korban Banjir Sukaresik Tasik Dapat Bantuan dari Yayasan PSB Jakarta

Ending mengaku masih ada keganjilan yang perlu dipertanyakan dalam alokasi anggaran Covid-19 sebesar Rp 50,6 miliar oleh eksekutif.

“Artinya segala sesuatunya, salah satu contohnya perencanaan kurang jelas kemudian data harga rincian belum terlaporkan secara detail. Dan ada perbedaan harga kebutuhan alat kesehatan,” ujar Ending kepada Radar, Senin (22/6).

Ending mengaku akan berempug dulu dengan semua anggota Fraksi Golkar untuk menyampaikan kepada pimpinan dewan, agar bisa mendorong keterbukaan eksekutif dan tim gugus tugas dalam refocusing dan realokasi serta penggunaan anggaran.

“Termasuk kita berbicara juga nanti dengan fraksi lain seperti PKB dan Gerindra. Artinya mempertanyakan keterbukaan, hak angket bisa saja dilayangkan untuk mendorong bupati selaku ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan rinci penggunaan anggaran Covid-19,” kata dia.

Artinya, tambah dia, Fraksi Golkar juga ingin sejelas-jelasnya mendapatkan penjelasan soal keterbukaan alokasi anggaran Covid-19 di Kabupaten Tasik.

“Termasuk soal operasional bagi tim gugus tugas yang dirasa kurang efektif, posko hanya ada beberapa saja, di perbatasan. Tetapi di desa hanya sebutan saja posko, jadi agak kurang efektif. Operasional ini ke depan harus efisien,” ungkap dia.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ucu Mulyadi SP mengatakan, pihaknya menganggap kurangnya keterbukaan dari pemerintah daerah atau eksekutif dalam laporan alokasi anggaran Covid-19.

“Harusnya laporannya secara garis besar, tujuh kali rapat Banggar kita tidak diberi rincian alokasi pemakaian anggarannya. Kurang terbuka. Memang kemarin kita rapat terakhir dengan Pak Sekda, itu TAPD meyakinkan bahwa anggaran itu laporan seutuhnya akan disampaikan di perubahan,” jelas dia.

Ucu memaklumi, saat ini eksekutif atau Tim Gugus Tugas Covid-19 sibuk menangani pandemi.

Namun, pada intinya menunggu janji eksekutif melaporkan secara utuh penggunaan anggaran tersebut.

“Rinciannya harus dilaporkan, karena sampai saat ini belum terlaporkan ke kita. Fraksi menunggu keterbukaan, termasuk nanti dibahas dengan fraksi-fraksi lain untuk mendorong bersama-sama,” kata dia.

Menurut dia, dana operasional yang dialokasikan untuk Tim Gugus Tugas Covid-19 memang dianggap agak lucu, seperti ketua tim gugus tugas atau bupati mendapatkan gaji atau honor.

“Ke depan harus lebih efisien lagi,” ujarnya.

Baca juga : Iniii.. Dodol Niknok Khas Pagerageung Kabupaten Tasik

Saat dikonfirmasi lewat telepon, Ketua Fraksi Gerindra DPRD H Cecep Ruchimat dan Ketua Fraksi Demokrat Ferry Wilyam ST tidak menjawab.

Termasuk Ketua Fraksi PPP DPRD Apip Ipan Permadi dan Ketua Fraksi PKB Jejeng Zaenal Muttaqin belum memberikan komentarnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.