Beranda Tasikmalaya DPRD Minta Layanan Kelistrikan Disamakan

DPRD Minta Layanan Kelistrikan Disamakan

BERBAGI

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Ruhimat meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Tasikmalaya menyamakan pelayanan listrik perkotaan dan pinggiran, seperti Tasik Selatan (Tasela).

Pemerataan layanan kelistrikan antara perkotaan dan Tasela, kata Ruhimat, penting. Karena, wilayah Tasela saat ini sedang berkembang. Banyak pengusaha yang menanamkan asetnya di daerah yang berbatasan dengan Samudera Hindia itu.

Ada tambak udang, pabrik kayu, wisata dan usaha-usaha masyarakat lainnya.

Jadi kalau listrik sering mati, kata Ruhimat, dampaknya akan menghambat datangnya para investor menanamkan investasi atau usahanya di selatan.

”Kalau bisa PLN tambah gardu listrik di wilayah (Tasik) selatan. Jadi bukan satu saja di gardu listrik Kecamatan Karangnunggal,” ujar Ruhimat saat dihubungi Jumat (30/3).

Penambahan gardu listrik, ungkap dia, sangat beralasan karena wilayah Tasela sangat luas. Maka pelayanan dan pemeliharaan listriknya pun harus diperluas. ”Kalau sekarang sering mati, mana mau investor menanamkan usahanya di Cipatujah,” paparnya.

Anggota DPRD asal Tasik Selatan, H Demi Hamzah Rahadian SH MH mengatakan masyarakat di wilayah Tasela sangat dirugikan jika listrik sering mati.

“Tentu akhir-akhir ini seringnya listrik mati adalah puncak kekesalan dari masyarakat. Kepala desa banyak yang datang dan mengeluhkan soal listrik mati ke saya,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Dampaknya, kata Demi, alat-alat elektronik mudah rusak, anak-anak sekolah yang sedang belajar menggunakan komputer terganggu dan aktivitas masyarakat lainnya terganggu juga.

”Ya untuk meningkatkan pelayanan, tambah gardu listriknya. Jangan sampai sering mati lampu,” imbaunya.

Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Karangnunggal Wawan Gunawan, sebelumnya, mengatakan pihaknya siap menanggapi, mengatasi semua keluhan dan masalah teknis masyarakat terkait seringnya aliran listrik mati di Kecamatan Cipatujah.

Langkah yang dilakukan, kata Wawan, pemindahan alat pengaman yang bisa mendeteksi lebih awal aliran listrik mati dari daerah rawan ke wilayah yang aman.

“Jadi bisa di handle sebelum listrik mati dan gangguannya bisa diminimalisir tidak semua wilayah listrik mati,” ujar Wawan kepada Radar, Rabu (28/3).

Selain itu, PLN juga akan mengoptimalkan pekerjaan dan pemeliharaan listrik di Kecamatan Cipatujah, untuk mengantisipasi seringnya aliran listrik mati karena gangguan masalah teknis.

Selanjutnya PLN akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyebab seringnya aliran listrik mati, mulai dari pohon tumbang, gangguan binatang liar dan lainnya.
Kemudian, PLN Rayon Karangnunggal merencanakan pada bulan Juni ini akan ada penambahan jaringan listrik baru di Cipatujah. “Jadi ada dua jaringan di Cipatujah untuk menangani seringnya gangguan atau aliran listrik mati,” tambahnya. (dik)

loading...