DPRD Pangandaran Kirim Surat Penolakan UU Cipta Kerja ke Pusat

37
1
TEMUI DEMONSTRAN. Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin turun menemui massa aksi, dia pun siap untuk menyampaikan aspirasi penolakan UU Cipta Kerja kepada DPR RI. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
TEMUI DEMONSTRAN. Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin turun menemui massa aksi, dia pun siap untuk menyampaikan aspirasi penolakan UU Cipta Kerja kepada DPR RI. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Sejumlah masa kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, mereka meminta kepada Ketua DPRD Asep Noordin untuk menyampaikan tuntutan pencabutan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja kepada DPR RI.

Awalnya aksi tersebut diprediksi tidak kondusif, sehingga satuan pengamanan dari TNI, Polri dan Satpol PP menurunkan pasukan secara maksimal.

Namun aksi yang digerakkan oleh Massa Aliansi Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Pangandaran itu ternyata berjalan dengan normal, tanpa ada kericuhan apapun.

Bahkan Asep Noordin langsung turun menemui masa aksi, dia pun menyatakan siap untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR RI. “Sebelumnya kami juga sudah menyampaikan aspirasi dari teman-teman PMII, sekarang kita juga sampaikan aspirasi dari rekan-rekan yang sekarang hadir,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (9/10).

Baca juga : 40 Akun Medsos 2 Calon Bupati Pangandaran Terdaftar di KPU

Kata dia, aspirasi dari para mahasiswa dan elemen masyarakat itu wajib disampaikan, karena bagaimana pun DPRD dan masyarakat harus menyatu untuk kepentingan bangsa dan negara. “Demi kesejahteraan masyarakat, terutama kaum buruh,” katanya.

Korlap Aksi Hendra mengatakan pihaknya mengapresiasi Ketua DPRD Asep Noordian yang berkenan hadir dan menerima aspirasi mereka. “Kami harapkan ada dampak positif dari tuntutan kami ini, sehingga UU Cipta Kerja itu bisa dibatalkan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tidak memihak kepada kaum buruh, yang ada justru malah menindas dan lebih menguntungkan kaum borjuis.

“Ini benar-benar tidak adil, ketika pemerintah dan DPR seperti menguntungkan investor dan malah mengabaikan kaum buruh itu sendiri,” katanya. (den)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.