DPW PKB Jabar Minta Tasik Usulkan Haris, Rekom DPP Belum Saklek

208
0
KH Acep Adang Ruhiat

TASIK – Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jawa Barat KH Acep Adang Ruhiat meminta kader PKB dari mulai Ranting, PAC dan DPC tetap tenang menyikapi persoalan pencalonan di Pilkada Tasikmalaya.

“Saya harap semua pengurus dan keluarga besar PKB tenang, Sebab dorongan atau rekomendasi kepada Iip Miftahul Paoz sifatnya belum saklek (masih dalam proses, Red) dan belum menjadi keputusan DPP PKB,” ujar KH Acep kepada Radar, Selasa (10/3).

Baca juga : DBD di Kota Tasik Capai 142 Kasus, 3 MD

Hal ini menyikapi adanya reaksi penolakan terhadap Iip Miftahul Paoz yang diketahui telah mendapatkan rekomendasi dari DPW PKB Jawa Barat untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati (cawabup) di Pilkada Tasikmalaya.

KH Acep menyarankan apabila ada keinginan dari PAC atau DPC untuk mendorong Ketua DPC PKB Haris Sanjaya maju menjadi bakal calon, maka sebaiknya membuat usulan atau rekomendasi ke DPW PKB Jawa Barat.

“Seharusnya usulkan nama Haris Sanjaya, agar DPW PKB bisa mempertimbangkan. Sehingga rekomendasi DPW ada dua nama yakni Iip Miftahul Paoz dan Haris Sanjaya,” tuturnya.

Namun, kata KH Acep, siapa yang nantinya akan diusung partai berwarna hijau tua tersebut, akan diputuskan DPP PKB sebagai pemegang kebijakan penuh. ”Ending-nya ada ditangan DPP, bukan DPW atau DPC. DPP akan menunjuk salah satu bakal calon,” paparnya.

Sebab, sambung KH Acep, DPP PKB akan melakukan penjaringan dalam mengeluarkan rekomendasi bakal calon. Yang terlebih dahulu dilakukan semacam fit and profertest atau uji kelayakan kandidat. ”Jadi ada tahapannya, tidak semena-mena akan dipilih.

Sebab tentunya akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti popularitas dan elektabilitas kandidat yang diusulkan,” tutur anggota DPR RI tersebut.

Untuk itu, KH Acep berharap semua bisa menahan diri dan tidak menjelek-jelek antar bakal calon atau sesama kader PKB. Sebab hal tersebut sangat tidak etis dalam dunia politik. ”Karena PKB itu orang-orang NU, sehingga etika yang harus didahulukan,” terangnya.

Maka dari itu, tambah KH Acep, keputusan apapun dari DPP PKB harus diterima dengan lapang dada serta tidak emosional. Dengan lebih mengedepankan berpikir rasional dan tidak memojokkan orang lain. “Ini semua bagian dari proses politik yang wajib dipahami serta dijalankan semua pengurus dan kelurga besar PKB,” ungkapnya.

KH Acep pun menambahkan selama ini dirinya belum pernah secara langsung mendengar atau berbicara dengan Haris Sanjaya terkait pencalonan atau niatan maju di Pilkada Tasikmalaya. “Pak Haris sendiri belum pernah bicara ke kami, saya welcome. Dan saya akan sampaikan ke DPW dan DPP jika langsung menyampaikan keinginan maju,” paparnya.

Sementara Iip Miftahul Paoz, kata KH Acep, sudah bertemu dan bersilaturahmi kepadanya yang menganggap sebagai perwakilan pengurus DPW PKB Jabar untuk menyampaikan keinginan maju dari PKB. “Termasuk menunjukkan keseriusannya dengan memasang baliho dan silaturahmi ke para tokoh dan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua PAC PKB Kecamatan Puspahiang, Dede Ruhiat menegaskan Forum PAC PKB dengan tegas menolak Iip dicalonkan maju sebagai cawabup dari PKB di Pilkada Tasik. “Karena para kader struktural partai tetap berharap, calon yang diajukan PKB merupakan kader struktural partai.

Apalagi Iip, tidak pernah menjadi pengurus di Ranting, PAC dan DPC. Kapan berjuang di PKB, kok ujug-ujug ingin maju dan direkomendasikan PKB,” ungkapnya kepada Radar, Senin (9/3).

Dede yang pernah menjadi caleg di Pemilu 2014-2019 itu mengatakan para kader di tingkat grasroot baik PAC dan DPC masih berpegang pada kesepakatan antara PAC, DPC, Fraksi PKB dan PCNU saat pertemuan di Aula PCNU beberapa waktu lalu. Bahwa PKB harus mencalonkan H Oleh Soleh sebagai bakal calon Bupati Tasikmalaya.

“Kalaupun Oleh Soleh tidak maju, dan harus Z2 dari PKB. Sosok kadernya tidak ada nama lain, kecuali Ketua DPC PKB Haris Sanjaya. Sehingga, kami menolak nama lain termasuk Iip,” tegas dia.

Ketua PAC PKB Kecamatan Cipatujah, Kurtubi mengungkapkan kader PKB akan menolak keputusan DPP PKB apabila merekomendasikan bakal calon yang tidak sesuai keinginan dari arus bawah. “Yang benar saja.

Apa hitung-hitungannya memasang atau mendorong nama di luar struktur partai. Sudah jelas, kalau mau memasang Z2 ada Pak Haris Sanjaya. Yang sudah berdarah-darah berjuang membesarkan dan mendirikan partai,” terang dia.

Apalagi, kata Kurtubi, PKB selama ini sering menyebut akan mengutamakan kader partai untuk di usung. Salah satunya dengan melakukan kegiatan pendidikan kader, PKP, PKM dan lainnya. “Mestinya dahulukan kader, rasakan hati kader.

Jangan pakai emosi dan dendam personal elite di atas. Sudah jelas pemetaannya. Acep Adang di DPR RI, Oleh Soleh di DPRD Provinsi, Pak Haris yang harusnya diusulkan jadi cawabup,” kata dia.

Untuk itu, sambung Kurtubi, kader PKB di tingkat bawah sudah merapatkan barisan dan solid bersama ketua DPC PKB (Haris Sanjaya, Red). Dan siap menolak pencalonan Iip di Pilkada. ”Sudah jelas menolak semuanya (pencalonan Iip, Red). Ada satu dua orang lah yang saya anggap menerima. Tetapi mayoritas menolak, cukup Pak Haris kalau akhirnya mencalonkan cawabup,” tambah dia.

Ketua Forum PAC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hernandi menambahkan menyikapi pertemuan KH Acep Adang, Oleh Soleh, Iip Miftahul Paoz dan Iwan Saputra.

Dirinya mewakili Forum PAC PKB tetap akan memperjuangkan kader terbaik untuk diusung di Pilkada 2020. ”Kami tetap akan sami’na waatha’na kepada orang tua di PCNU, bahwa Oleh Soleh sebagai cabup. Kalau endingnya harus Z2 dan Pak Oleh menolak, maka Haris Sanjaya yang maju. Insyaallah hanya nama itu,” tegas dia.

Asep mengaku merasa aneh ketika ada kader terbaik PKB yakni Haris Sanjaya, namun masih mempertimbangkan figur non kader. “PKB akan solid jika kader partai yang maju, sebab telah berjuang panjang di partai,” papar dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.