Dr H Tatang Farhanul Hakim Siap Maju ke Gelanggang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

2995
Dr H Tatang FH

SINGAPARNA – Politisi senior Dr H Tatang Farhanul Hakim (TFH) siap maju ke gelanggang Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020. Bupati Tasikmalaya periode 2001-2006 dan 2006-2011itu siap mendampingi Cep Zamzam Dzulfikar Nur.

“Ya baru rencana. Ada keinginan. Mudah-mudahan mulus. Saya maju untuk posisi Z2 dari independen,” kata TFH saat dihubungi Radar, Rabu (17/7).

Awalnya, kata TFH, dia hanya mendukung Cep Zamzam yang akan maju di Pilkada. Namun, dia malah diajak untuk menjadi pendamping Cep Zamzam.

“Komunikasi dan ngobrol langsung sudah dilakukan dengan Cep Zamzam. Ya Zamzam maju di Z1-nya. Saya mengawal saja lah,” kata TFH.Dia mau menerima ajakan Cep Zamzam. Alasan pertama, Cep Zamzam merupakan putra daerah asli Kabupaten Tasikmalaya. Kemudian TFH dekat dengan orang tua Cep Zamzam semasa hidup dan prospeknya bagus dan dari latar belakang keluarga pesantren dan santri. “Insyaallah sudah bulat,” kata TFH.

“Sebetulnya awalnya saya hanya siap mendukung menjadi tim sukses Cep Zamzam. Tetapi karena Zamzam sudah berjalan sosialisasi kurang lebih dua tahun di tengah-tengah masyarakat. Kemudian syarat formal perseorangan sudah terkumpul KTP-nya dukungan kepada Zamzam 80 ribu lebih,” ungkap Tatang.

Termasuk, tambah dia, banyak pimpinan pondok pesantren yang mendukung Cep Zamzam Nur ini menjadi calon bupati Tasikmalaya. “Kemudian ada komunikasi ke saya, ada musyawarah dengan tim dan keluarga nya akhirnya pilihannya ke saya,” akunya.

TFH, mengaku sudah mencoba melihat aturan soal rencana maju lagi di Pilkada. Versinya, dia masih bisa mencalonkan diri menjadi calon wakil bupati.

“Aturannya tidak melanggar. Posisi wakil kan turun dari bupati, kalau aturan dulu seperti itu. Contoh Wali Kota Surabaya Risma, wakilnya itu mantan wali kota dua periode di Surabaya,” kata dia.

Cep Zamzam Dzulfikar Nur mengakui memang sudah melakukan komunikasi dengan TFH. Dia mengajak TFH untuk maju menjadi calon independen di Pilkada 2020. Walaupun diakuinya, baru sebatas keinginan dan sebagai warga negara mempunyai hak untuk mencalonkan diri menjadi bupati.

“Jadi insyaallah kalau takdirnya mengarah ke sana, apalagi Pak Tatang kan mantan bupati dua periode Tasikmalaya yang berhasil membangun Kabupaten Tasikmalaya setelah melahirkan Kota Tasik,” kata dia.

Cep Zamzam sendiri mengaku sudah mengenal TFH sejak 2001. Karena orang tua dirinya dekat dengan TFH pada saat menjabat bupati Tasik dulu.

“Bisa dibilang almarhum bapak saya, dengan Pak Tatang sahabat. Jadi dekat dengan orang tua saya, secara emosional dan lahir batin pun,” ungkapnya.

Termasuk, tambah dia, di waktu-waktu belakangan ini, dirinya pun sering bertemu dan komunikasi dengan TFH. Diakui Zamzam, TFH bisa dibilang sebagai orang tuanya. “Saya sudah mengobrol dan diskusi terkait Kabupaten Tasik, tentang prestasinya, saya anggap beliau orang tua saya juga,” kata dia.

Sementara itu, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Tasikmalaya Fahrudin SAg menjelaskan dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada untuk mantan bupati yang sudah menjabat dua periode di daerah yang sama tidak diperbolehkan mencalonkan kembali menjadi wakil bupati.

Fahrudin menegaskan, sudah jelas tertera di persyaratan calon atau kandidat calon bupati pada Undang-undang pilkada, terutama pada poin atau huruf N yakni calon belum pernah menjabat sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

“Ini untuk calon gubernur, calon wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon wali kota dan calon wakil wali kota. Dan ditegaskan di huruf O, belum pernah menjabat sebagai gubernur untuk calon wakil gubernur, atau bupati/wali kota untuk calon wakil bupati atau calon wakil wali kota pada daerah yang sama,” kata Fahrudin menegaskan. (dik)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.