dr Helmi Budiman Dorong Guru Honorer di Garut Ikut Seleksi PPPK

66
0
dr Helmi Budiman Wakil Bupati Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut akan mendorong para guru honorer mengikuti seleksi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Hal itu menyusul adanya rekrutmen satu juta PPPK khusus guru honorer tahun 2021 yang akan dibuka pemerintah pusat.

“Kami ingin seluruh honorer di Garut ikut seleksi PPPK, karena lowongannya banyak,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Senin (23/11).

Menurut dia, dalam rekrutmen PPPK tahap pertama atau tahun 2019, Pemkab Garut sudah mengusulkan 1.225 guru honorer untuk menjadi guru PPPK tahun lalu. Hasilnya ada 1.025 guru lolos seleksi.

“Sekarang ada 210 lagi yang kemarin belum masuk PPPK. Tapi sudah tercatat di pusat kuotanya. Semoga saja adanya seleksi satu juta ini bisa membuka peluang lebar bagi para guru honorer,” ucapnya.

Loading...

Baca juga : Kades di Cikelet Garut Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur

Soal rencana pengusulan guru honorer untuk ikut seleksi guru PPPK tahun 2021 ke pemerintah pusat, Helmi menyebut akan melakukan kajian terlebih dahulu.

Jika melihat kebutuhan, pihaknya sangat membutuhkan guru di tingkat SD dan SMP. “Soalnya sudah banyak guru yang pensiun dan jumlah siswa juga meningkat. Guru honorer kan bisa daftar dari yang umur 20 sampai 59 tahun. Tadi saat pengumuman saya tidak lihat guru di Paud bisa ikut atau tidak. Artinya bisa saja ikut dalam seleksi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong menyebut ada 15 ribu guru honorer di Garut yang sudah masuk ke dalam data pokok pendidikan (Dapodik). Dari hasil pengumuman seleksi PPPK oleh Kemendikbud, daerah diberi kebebasan untuk sebanyaknya mengusulkan guru honorer menjadi guru PPPK.

“Berdasarkan arahan dari Mendikbud, silakan daerah untuk usulkan sebanyak-banyaknya. Tentu kami sama berharap, guru honorer baik negeri dan swasta yang sudah masuk Dapodik bisa ikut seleksi,” ujarnya.

Tak hanya guru honorer, pendidikan profesi guru (PPG) juga dipersilakan untuk ikut seleksi PPPK.

Harapannya tentu untuk memperbaiki kesejahteraan guru. Pasalnya, masih banyak guru honorer yang diberi upah tak layak.

Dengan keberadaan PPPK, minimal kinerjanya dibayar dengan upah yang layak seperti guru berstatus PNS. “Dari sisi pengabdian (guru honorer) luar biasa. Sekarang pusat beri peluang. Kami di daerah dukung penuh dan guru honorer bisa ikut serta,” katanya.

Totong menyebut di Garut ada 15 ribu guru yang sudah masuk Dapodik. Terdiri dari guru tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.